Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama Ri, hari Asyura 10 Muharram 1448 H bertepatan dengan Kamis, 25 Juni 2026. Momentum istimewa ini menjadi kesempatan emas bagi umat muslim untuk mendulang pahala ganda, yakni menjalankan puasa Asyura sekaligus puasa Kamis.
Dikutip buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, puasa Asyura termasuk ibadah yang paling utama di bulan Muharram. Pada tahun ini, jadwal puasa Asyura jatuh pada hari Kamis. Dengan begitu, umat Islam bisa menggabungkan niat puasa Asyura bersamaan dengan puasa Kamis.
Lantas, bagaimana hukum menggabungkan dua puasa dalam satu hari dan seperti apa bacaan niatnya? Berikut detikSumbagsel berikan penjelasan lengkapnya dalam ulasan di bawah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum Menggabungkan Dua Puasa Jadi Satu Niat
Dalam hukum Islam, menggabungkan dua niat ibadah sunah dalam satu waktu diperbolehkan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan jika puasa enam hari di bulan Syawal bertepatan dengan puasa Senin atau Kamis, maka niat puasa Syawal akan mendapatkan pahala puasa Senin.
Begitu juga dengan puasa Senin atau Kamis akan mendapat ganjaran puasa Syawal. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan pahala yang ia niatkan," (HR. Bukhari dan Muslim).
Dikutip buku Panduan Praktis Ibadah Puasa: Kajian Fikih Praktis dan Aplikasi Nilai Ibadah Puasa Dalam Kehidupan karya E Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Amin, ulama fikih sepakat bahwa niat tempatnya di dalam hati.
Apabila seseorang mengucapkan niat namun tidak disertai dengan hatinya, maka tidak sah niatnya. Perlu diketahui, melafalkan niat tidak termasuk syarat dalam ibadah, hanya saja kalangan Syafi'iyah menyunnahkan hal tersebut. Niat juga tidak mesti dilafalkan dalam bahasa Arab, boleh dalam bahasa Indonesia.
Niat Puasa Asyura Sekaligus Puasa Kamis
Bagian terpenting dalam niat yakni membedakan antara ibadah dan kebiasaan, antara wajib dan sunnah, serta jenis puasa yang akan dilakukan. Karena itu, untuk niat puasa Asyura sekaligus puasa Kamis bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan lafal berikut ini:
"Saya niat untuk berpuasa sunnah Asyura sekaligus puasa hari Kamis Karena Allah ta'ala"
Adapun untuk bacaan niat puasa Asyura yang digabung puasa Kamis dalam bahasa Arab dan Latin sebagai berikut:
1. Niat Puasa Asyura Malam Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."
2. Niat Puasa Asyura di Pagi dan Siang Hari
Ketika pagi hari mendadak ingin menjalankan puasa asyura maka diperbolehkan. Asalkan belum makan, minum serta melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga keinginan puasa muncul.
Selain itu, umat Islam yang lupa membaca niat pada malam hari juga dapat mengamalkannya saat siang. Inilah lafal niat puasa asyura pagi dan siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati âsyûrâ'a lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura hari ini karena Allah Ta'ala."
3. Niat Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma yaumi al-khamisi sunnatan lillaahi ta'aala
Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Taala."
Anjuran Puasa Setelah Asyura (11 Muharram)
Bagi yang melaksanakan puasa Asyura tanpa Tasua, maka dianjurkan untuk menambah satu hari pada 11 Muharram. Sebagaimana disebutkan bahwa puasa 10 Muharram juga dilakukan oleh umat Yahudi.
Dengan begitu, agar menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan Yahudi, maka Rasulullah SAW memerintahkan untuk melakukan puasa Tasua di hari sebelum Asyura. Apabila tidak sempat, bisa melakukan puasa setelah Asyura yakni pada hari besoknya.
Berdasarkan kalender Hijriah terbitan Kementerian Agama, 11 Muharram 1448 H jatuh pada 26 Juni 2026. Sementara versi NU pada 27 Juni 2026. Perbedaan jadwal ini kembali lagi kepada pribadi masing-masing untuk mengikuti jadwal pemerintah atau NU.
Demikian ulasan lengkap mengenai bacaan niat gabungan puasa Asyura dan puasa Kamis 2026 beserta hukum fiqihnya. Selamat menjalankan ibadah puasanya, detikers.
