Udara dingin menyapa lembut setiap wisatawan yang berada di pelataran Tugu Rimau di Kawasan Gunung Dempo, Pagar Alam, Selasa pagi (23/6/2026). Kabut mulai turun, sementara mentari masih tertutup awan. Meski begitu, puluhan wisatawan memadati tempat tersebut untuk menikmati hari, termasuk menikmati minuman hangat di area UMKM.
Dandy Hendrias (40) terlihat menggenggam tangan putranya yang berusia 8 tahun. Mereka baru saja mengambil foto-foto di bawah watermark Pagar Alam. Wisatawan asal Palembang itu jauh-jauh ke Tugu Rimau untuk menikmati berada di ketinggian 1.800 MDPL bersama keluarganya.
Dia mengaku sudah kedua kalinya membawa keluarga ke lokasi tersebut. Menurutnya, dari lokasi wisata itu, dia dan keluarga bisa melihat langsung keindahan Pagar Alam dari atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada banyak kenangan yang bisa diciptakan dari sini. Setiap kali liburan ke Pagar Alam, kami memilih untuk ke Tugu Rimau. Jadi pagi buta sudah mulai naik ke atas, dan menikmati sunrise di sini," kata dia.
Selain mengambil potret untuk menciptakan memori kenangan bersama keluarga, Dandy juga rindu untuk menikmati segelas bandrek panas yang ditawarkan dari sejumlah UMKM yang ada di Tugu Rimau.
Perlu diketahui, meski berada di 1.800 MDPL, ada banyak pelaku UMKM yang membuka usaha di sana. Rata-rata menyediakan kuliner yang berbeda, mulai dari minuman bandrek, kopi, bakso, pempek, nasi soto hingga sosis bakar.
"Yang paling enak di sini, dan selalu kami pesan adalah bandreknya. Karena minum bandrek di tengah cuaca dingin sangat melegakan tubuh," kata dia.
Meski berada di atas ketinggian, Dandy mengaku tidak ambil pusing dalam hal pembayaran. Karena di Tugu Rimau, pelaku usaha di sana sudah menyediakan pembayaran dengan QRIS.
Dandy yang merupakan nasabah BNI dengan sangat leluasa menggunakan layanan di aplikasi wondr by BNI, miliknya. "Memang kami bawa uang cash setiap kali ke sini, tapi untuk semua transaksi, saya lebih suka menggunakan wondr, sehingga semua keuangan bisa diatur dan ada riwayat transaksinya," kata dia.
Ia juga tak ragu dalam menggunakan layanan QRIS karena di lokasi wisata tersebut tidak memiliki kendala dengan sinyal provider.
Wisatawan saat bertransaksi non tunai di salah satu kedai makan di Tugu Rimau Gunung Dempo, Pagar Alam. Foto: (Foto: Dwi Apriani/detikcom) |
Hal serupa diungkapkan Nadiya Yodha Chekal (47), wisatawan asal Ogan Ilir. Ibu dari dua anak itu mengungkapkan baru kali pertama ke Tugu Rimau. Namun ia terkesan karena tempatnya rapi dan bersih. Meski diterpa udara yang cukup dingin, namun ia dan keluarga tetap excited dalam menghabiskan waktu liburan di sana.
Dia menerangkan jauh-jauh melakukan perjalanan ke Tugu Rimau bukan tanpa alasan. Selain mengisi waktu libur sekolah anak-anaknya, ia juga ingin mengenalkan tentang alam kepada mereka. Karena di tempat tinggalnya jauh dari area pegunungan.
"Di sini asyik banget, semalam kami menginap di Embun Glamping, dan pagi-pagi langsung naik ke sini (Tugu Rimau). Dan ternyata di sini sangat menenangkan dan tempatnya juga bersih, dan ada banyak UMKM-nya di sini. Anak-anak bisa menikmati alam di sini," kata Nadiya.
Nadiya juga cukup terkesima saat melihat semua UMKM yang ada di Tugu Rimau tidak hanya menyediakan pembayaran dengan tunai, namun juga menerima non tunai.
"Di sini sinyalnya kencang, jadi gak khawatir kalau mau belanja atau melakukan pembayaran. Bukan hanya membayar makan dan minum di sini, tapi bisa juga bertransaksi keuangan lainnya di sini," kata dia.
Sementara itu, Aldi, salah satu pegawai kedai di Tugu Rimau mengatakan, pihaknya sudah beberapa tahun terakhir menyediakan layanan transaksi non tunai. Hal itu sebagai upaya menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
"Dulu hanya bisa tunai, tapi semakin banyak wisatawan yang tanya layanan non tunai, jadi kami bekerjasama dengan perbankan untuk menyediakan layanan non tunai," kata dia.
Sejak adanya layanan pembayaran dengan non tunai, kata Aldi, semakin banyak juga wisatawan yang berbelanja.
"Ini jadi harapan bagi kami untuk memperbaharui layanan dan mempermudahkan transaksi bagi wisatawan di sini. Dan dengan adanya layanan ini, kami berharap geliat ekonomi bagi para pedagang di sini bisa terus meningkat," kata dia.
Sektor Wisata Berkembang dengan Digitalisasi
Ketua Desa Wisata Gunung Dempo, Wawan Alamsyah mengatakan di kawasan wisata Gunung Dempo tidak hanya memiliki destinasi Tugu Rimau sebagai pusat utamanya. Melainkan juga ada banyak destinasi wisata yang bisa dipilih oleh pengunjung.
Misalnya, Bukit Tungguan, Tikungan Hits, Teropong Cadas Dempo, Air Terjun Penumpahan, kebun strawberry, Goa Janang, Curup Embun, hingga Curup Mangkok. Juga tersedia banyak pilihan lokasi glamping di sana.
"Di kawasan wisata ini memang bukan sekadar kebun teh saja, melainkan ada banyak destinasi yang bisa dipilih wisatawan di sini. Yang sedang viral, contohnya, ada sejumlah tempat glamping di sini yang bisa dipilih wisatawan," kata dia.
Wawan menjelaskan, tidak hanya menawarkan fasilitas dan keindahan alam, pengunjung juga akan dipermudah dalam hal pembayaran. Tidak melulu menggunakan pembayaran tunai, di semua tempat wisata ini juga bisa menggunakan cashless.
"Di semua tempat wisata ini bisa cashless. Ini lah yang membuat kita semakin berkembang dan melengkapi semua fasilitas dengan kekinian. Karena semua pengelola tempat wisata di sini meyakini bahwa tidak semua pengunjung membawa uang tunai. Dan banyak pengunjung yang meminta pembayaran dengan non tunai. Ini yang membuat semua tempat wisata di sini makin memperbaharui sistem layanan, terutama pembayaran," jelasnya.
Wisatawan asyik memetik stroberi di kawasan Gunung Dempo. Foto: Dwi Apriani |
Sementara itu, Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah mengatakan, pihaknya terus mendorong agar semua UMKM di berbagai sektor, termasuk sektor wisata untuk mengadopsi kemajuan zaman. Salah satunya dengan menyediakan layanan pembayaran non tunai.
"Karena memang ini diyakini dapat mendorong berkembangnya usaha tersebut. Dengan menggunakan layanan non tunai ini ada banyak keuntungannya, selain pengunjung dapat kemudahan, pelaku usahanya juga bisa mengatur keuangan," kata dia.
Menurut Ludi, saat ini banyak masyarakat atau wisatawan yang jarang membawa uang tunai kemana-mana. Mereka hanya membawa handphone dan berharap bisa bertransaksi di mana-mana lewat QRIS perbankan.
"Ini sasaran kita. Makin banyak wisatawan yang mendapat kemudahan bertransaksi maka semakin banyak pula menggaet wisatawan untuk terus datang ke Pagar Alam," jelasnya.
Dorong Inklusi Keuangan
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menerangkan, BNI terus berupaya mendorong percepatan inklusi keuangan, salah satunya melalui optimalisasi aplikasi wondr by BNI.
"BNI ingin menghadirkan pengalaman finansial yang praktis, cepat, dan relevan dengan gaya hidup modern," kata dia.
Aplikasi wondr by BNI juga mendukung berbagai kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai momen. Nasabah dapat memanfaatkan pembayaran QRIS di berbagai merchant. Dia juga menuturkan, pihaknya akan terus memperkuat inovasi layanan digital untuk memberikan pengalaman pengelolaan keuangan yang lebih mudah sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
"Melalui wondr by BNI, kami ingin memberikan pengalaman pengelolaan keuangan yang lebih praktis dan membantu nasabah tumbuh secara finansial sesuai dengan tujuan hidup mereka," kata dia.
Tak hanya itu, BNI juga menghadirkan ekosistem transaksi digital untuk mendukung seluruh aktivitas UMKM. Termasuk, dalam menggunakan QRIS BNI sehingga transaksi dapat dilakukan dengan cepat dan aman melalui aplikasi wondr by BNI.


