Walkot Palembang Minta Pelaku Usaha Terbuka Saat Sensus Ekonomi 2026

Sumatera Selatan

Walkot Palembang Minta Pelaku Usaha Terbuka Saat Sensus Ekonomi 2026

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Rabu, 17 Jun 2026 12:31 WIB
Petugas melakukan Sensus Ekonomi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (03/05/2016). Mulai tanggal 1 hingga 31 Mei 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan Sensus Ekonomi 2016 di seluruh Indonesia. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Ilustrasi sensus ekonomi (Grandyos Zafna)
Palembang -

Pemerintah Kota Palembang berkomitmen penuh untuk menyukseskan agenda nasional Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026. Langkah ini dinilai sebagai petunjuk dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat Palembang.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan kesiapannya menjadi penggerak utama di tingkat daerah. Ia ingin memastikan seluruh ekosistem bisnis di Palembang, mulai dari perusahaan skala besar, pelaku UMKM, pedagang kaki lima dan masyarakat, bersinergi mendukung sensus yang berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026 mendatang.

"Data valid dari Sensus Ekonomi 2026 sangat kita butuhkan. Sensus ini bukan sekadar mencatat identitas usaha, melainkan memotret karakteristik penting seperti pemanfaatan teknologi digital, sertifikasi halal, hingga potensi usaha kreatif. Inilah yang akan menjadi panduan kami dalam merancang program pemberdayaan ekonomi yang efektif," ujar Ratu Dewa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dukungan penuh Pemkot Palembang ini bukan tanpa alasan. Momentum pelaksanaan sensus bertepatan dengan performa ekonomi Palembang yang tengah dalam kondisi terbaiknya.

Berdasarkan data Triwulan I-2026, ekonomi Palembang tumbuh positif sebesar 5,91 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian gemilang ini membawa Palembang masuk dalam jajaran tiga besar kabupaten/kota dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan, bersanding dengan Pagar Alam dan OKU Timur.

ADVERTISEMENT

Untuk itu, Dewa mengimbau kepada seluruh pelaku usaha di Palembang untuk menyambut petugas sensus dengan terbuka dan memberikan data yang jujur.

"Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Jangan takut atau ragu. Data ini dilindungi undang-undang dan digunakan murni untuk kemajuan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat Palembang dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," tutupnya.

Dengan data yang akurat, Pemkot Palembang optimis dapat terus mempertahankan tren positif pertumbuhan ekonomi dan menjawab tantangan masa depan dengan kebijakan yang lebih tajam dan inovatif.

Kepala BPS Kota Palembang, Edi Subeno, memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Palembang terjadi secara merata di seluruh sektor. Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tercatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,36 persen.

Selanjutnya, sektor jasa pendidikan menyusul dengan angka 9,09 persen. Lalu, sektor Informasi dan Komunikasi serta Real Estate masing-masing tumbuh 8,15 persen.

Edi Subeno menjelaskan bahwa tujuan utama sensus ini adalah menyediakan data dasar yang menyeluruh untuk mencerminkan struktur perekonomian yang utuh, mulai dari karakteristik usaha hingga isu lingkungan.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads