Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) berencana melakukan terobosan di sektor pertanian melalui pengembangan bibit tanaman dengan teknologi kultur jaringan. Tak hanya pisang, metode tersebut juga akan diterapkan untuk melestarikan dan memperbanyak tanaman khas OKU seperti durian dan duku unggulan daerah.
Rencana itu mengemuka saat Bupati OKU Teddy Meilwansyah melakukan kunjungan ke Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta.
Teddy mengatakan melihat langsung proses perbanyakan bibit tanaman melalui kultur jaringan yang selama ini diterapkan pada berbagai varietas pisang. Teknologi itu memungkinkan satu bagian jaringan tanaman menghasilkan ratusan bibit baru dengan kualitas seragam dalam waktu yang relatif singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana kita nantinya mungkin diawali di satu kecamatan terlebih dahulu. Setiap rumah akan kita berikan pohon pisang hasil pengembangan kultur jaringan ini. Selain itu, kita juga akan memanfaatkan lahan pekarangan sekolah, kantor pemerintah, dan BUMD," katanya dari keterangan resmi yang diterima detikSumbagsel, Selasa (16/6/2026).
Teddy mengungkapkan, program tersebut dapat dijalankan tanpa memerlukan lahan pertanian yang luas. Masyarakat cukup memanfaatkan pekarangan rumah yang tersedia untuk menanam berbagai komoditas pangan dan buah-buahan.
"Tidak perlu lahan khusus, cukup memanfaatkan lahan dan pekarangan yang ada," ungkapnya.
Untuk itu, kata Teddy, Pemkab OKU juga berencana membangun laboratorium kultur jaringan sendiri dengan menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta. Fasilitas tersebut nantinya difokuskan untuk pengembangan sekaligus pelestarian tanaman khas daerah yang mulai langka.
"Ke depan akan kita bangun laboratorium kultur jaringan di OKU. Melalui fasilitas ini kita bisa mengembangkan tanaman-tanaman yang mulai berkurang bahkan terancam hilang, seperti Durian Tembaga, Durian Semengok Sakti, serta beberapa varietas duku khas OKU," tegasnya.
Menurut Teddy, langkah tersebut bukan hanya untuk menjaga plasma nutfah daerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
Selain meninjau laboratorium kultur jaringan, rombongan Pemkab OKU juga mengunjungi lokasi pengembangan kelapa kopyor dan alpukat di Kampus Tani Desanomi Yogyakarta. Di lokasi tersebut, Teddy melihat inovasi budidaya yang memungkinkan kelapa kopyor berbuah lebih cepat serta menghasilkan alpukat berkualitas unggul.
Ia berharap pemanfaatan lahan pekarangan di lingkungan sekolah, kantor pemerintah, BUMD, hingga rumah warga dapat mendorong OKU menjadi sentra buah-buahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Mudah-mudahan dengan memanfaatkan lahan pekarangan sekolah, kantor pemerintah, BUMD, dan masyarakat, kita bisa menjadikan OKU sebagai sentra buah-buahan guna mendukung program ketahanan pangan yang bernilai ekonomis. Ini salah satu bentuk kemandirian pangan masyarakat yang bisa kita dorong bersama," ujarnya.
