Warung di Banyuasin Terbakar, Honorer DPRD Palembang Tewas

Sumatera Selatan

Warung di Banyuasin Terbakar, Honorer DPRD Palembang Tewas

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Senin, 15 Jun 2026 11:00 WIB
Jasad honorer DPRD Palembang saat dievakuasi ke rumah sakit.
Foto: Jasad honorer DPRD Palembang saat dievakuasi ke rumah sakit. (Dok. Polres Banyuasin)
Banyuasin -

Sebuah warung kelontongan yang berada di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), ludes terbakar. Dari kejadian tersebut, satu orang wanita yang merupakan pemilik warung tewas terpanggang.

Diketahui korban bernama Aida Yusefa (52) pemilik warung sekaligus honorer Sekretariat DPRD Kota Palembang. Korban meninggal dunia diduga terjebak di dalam kobaran api saat api menyambar ke bahan bakar minyak (BBM) yang ia jual.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Jalan Lingkar Selatan, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Banyuasin pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 18.40 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Rambutan, Iptu Harmoko membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan.

"Iya benar telah terjadi kebakaran pada pukul 18.40 WIB. Akibat kejadian tersebut satu orang tewas terpanggang yang merupakan pemilik warung," ujar Harmoko, saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Minggu (14/6/2026).

ADVERTISEMENT

Harmoko menjelaskan api diduga berasal dari korsleting listrik dari kabel showcase yang agak rusak dan mengeluarkan percikan api lalu menyambar bensin di lantai, lalu membuat api langsung membesar.

"Api langsung membesar dan membakar warung milik korban. Saat itu korban sedang berada di dalam kamar dan ia diduga terjebak disana hingga tewas terbakar," kata Kapolsek.

Sekitar pukul 19.00 WIB, kata Harmoko, api dapat dipadamkan oleh petugas damkar dari Sungai Dua Kecamatan Rambutan, PBK Sumsel dan Polsek Rambutan.

"Untuk jenazah Aida Yusefa langsung dibawa ke RS Bhayangkara," katanya.

Terkait adanya ledakan dari gas Elpiji 3 kg, Harmoko tidak membenarkan hal tersebut. Menurut Harmoko, diduga ledakan itu dari jerigen BBM yang baru saja diisi oleh suami korban.

"Tidak ada tabung gas elpiji yang meledak diduga ledakan dari bensin yang ia jual. Jadi korban ini memiliki warung yang menjual bensin dan gas elpiji 3 kg," ujarnya.

Untuk kerugian dari insiden tersebut diduga sebesar Rp 50 juta. Adapun barang yang disita dari kejadian kebakaran tersebut yakni satu buah jerigen biru ukuran 30 liter yang hangus terbakar dan 4 botol bekas air mineral penyimpan Pertalite.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads