Ancaman Karhutla Intai Jambi, Hujan Buatan Dioptimalkan

Jambi

Ancaman Karhutla Intai Jambi, Hujan Buatan Dioptimalkan

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Minggu, 07 Jun 2026 21:31 WIB
Proses penyemaian garam untuk hujan buatan.
Foto: Proses penyemaian garam untuk hujan buatan. (Dok. BNPB)
Jambi -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI mulai menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). OMC ini dilakukan mengingat ancaman karhutla mulai mengintai beberapa wilayah termasuk Jambi seiring menurunnya curah hujan atau masuknya musim kemarau.

"BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara bergerak cepat melakukan upaya pencegahan melalui hujan buatan dibeberapa wilayah termasuk Jambi," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam laporan tertulis yang diterima detikSumbagsel, Minggu (7/6/2026).

Operasi modifikasi cuaca ini dipusatkan di Bandara Sultan Thaha Jambi dan mulai berlangsung sejak 5 Juni hingga 12 Juni 2026 mendatang. Langkah ini juga merupakan respon BNPB RI atas status siaga darurat karhutla yang telah ditetapkan Pemprov Jambi sejak 27 April 2026 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada hari pertama pelaksanaan, tim OMC menerbangkan pesawat untuk menyemai satu ton garam ke awan potensial hujan yang berada di wilayah Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi," ujar Suharyanto.

Suharyanto juga menyebut, OMC yang sudah dilaksanakan ini juga disebut memberikan dampak hasil baik sejak awal dimulai. Dia menyebut, jika hujan dilaporkan telah turun di sejumlah wilayah sasaran tidak lama setelah proses penyemaian dilakukan.

ADVERTISEMENT

"Operasi kemudian kembali dilanjutkan pada Sabtu dengan menyasar kawasan Tanjung Jabung Barat yang juga merupakan daerah rawan karhutla. Dalam operasi itu, seluruh daerah yang disemai berhasil turun hujan," terang Suharyanto.

Upaya ini, kata Suharyanto, menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan risiko kebakaran sejak dini sebelum musim kemarau mencapai puncaknya. Selain meningkatkan peluang hujan, operasi tersebut juga bertujuan menjaga kelembapan lahan gambut yang selama ini menjadi salah satu titik paling rentan terbakar saat cuaca panas dan kering.

Kepala BNPB RI itu juga sebelumnya menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman saat api sudah membesar. Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal.

"Maka OMC ini perlu dilakukan sejak dini sebelum musim kemarau memasuki puncaknya, dan OMC ini juga berguna untuk membasahi gambut sehingga sulit terbakar dan apabila sudah terjadi kebakaran lebih mudah untuk dipadamkan," sebut Suharyanto.

Saat ini, Jambi sendiri masuk dalam enam provinsi prioritas nasional penanganan karhutla tahun 2026. Karena itu, dukungan operasi udara dari pemerintah pusat terus disiapkan guna membantu daerah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.

BNPB juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha hingga masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah pencegahan dini. Kolaborasi semua pihak dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah terulangnya bencana asap yang pernah melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

"Dengan musim kemarau yang mulai menunjukkan dampaknya, operasi hujan buatan diharapkan menjadi benteng awal untuk menjaga Jambi tetap aman dari ancaman karhutla dan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga perekonomian daerah," tegas Suharyanto.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads