Polrestabes Palembang mengklaim konser grup band Slank yang dihadiri hampir 22.000 penonton di Palembang berjalan aman dan kondusif. Suksesnya pengamanan ini sekaligus menjawab keraguan mengenai potensi gangguan keamanan pada acara tersebut.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, setelah konser tersebut rampung digelar di Palembang.
Sonny mengungkapkan, sejak tahun 2017 hingga 2025, izin keramaian untuk konser Slank di Palembang memang tidak pernah diterbitkan atas pertimbangan risiko keamanan dari karakter massa penggemarnya yakni Slankers. Namun, pada tahun 2026 ini, pihak kepolisian mengambil langkah berani untuk memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai tahun 2017 sampai tahun 2025 ini, konser Slank sendiri yang memiliki penggemar dengan beberapa ciri khas dan karakter yang tersendiri, tentunya rekomendasi keramaian dengan pertimbangan sisi keamanan, belum pernah diterbitkan. Dan pada tahun ini, 2026, kita telah melakukan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat terkait dengan konser besar ini," ujarnya saat memberikan keterangan resmi di Polrestabes Palembang, Senin (25/5/2026).
Sonny mengaku terkejut karena jumlah massa yang hadir melonjak drastis hingga dua kali lipat lebih dari estimasi awal pihak kepolisian yang hanya memperkirakan sekitar 8.000 hingga 10.000 penonton. Meski dipadati puluhan ribu orang, situasi di lapangan tetap terkendali dengan sangat baik.
"Kegiatan kemarin memang di luar dugaan. Memang penggemar ataupun yang mengikuti konser ini dari estimasi awal antara 8.000 sampai 10.000, alhamdulillah memang melebihi dari target. Hampir 22.000 penonton. Kemudian dan dapat terlaksana dengan sangat aman dan kondusif," jelasnya.
Polisi juga mengapresiasi tinggi sikap santun dan etika luar biasa yang ditunjukkan oleh para penonton dan Slankers Palembang. Selepas konser ditutup pukul 22.00 WIB, para penonton secara spontan bergotong-royong mengumpulkan sampah botol plastik. Khawatir akan adanya aksi tawuran atau balapan liar setelah konser pun sama sekali tidak terbukti.
"Tadi malam, kita bisa membuktikan bahwa kegiatan konser Slank di Kota Palembang dapat berjalan dengan sangat aman dan kondusif. Bahwa Kota Palembang menjadi konser paling aman di Palembang selama tur konser ataupun tur HS di beberapa kota. Dan Palembang menjadi kota paling aman, ini menjadi prestasi dan menjadi catatan sejarah buat kita semuanya," tegas Sonny.
Keberhasilan pengamanan ini diakui Sonny berkat kerja sama solid dengan jajaran Kodim 1408, Pemkot Palembang, Dinas Kesehatan, PMI, tim guard internal, serta bantuan dari kumpulan sesepuh penggemar Slank.
Sementara itu, perwakilan promotor Brandoview Tour HS, Aldo, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas sambutan luar biasa dari masyarakat serta jaminan keamanan dari pihak kepolisian. Menurutnya, desain panggung sengaja disesuaikan dengan menonjolkan ornamen ikonik khas Palembang.
"Struktur secara konstruksi sama, cuman secara desain, saya kira ada ambience Ampera di desain panggungnya, saya kira keren. Sangat keren, sangat identik dengan Palembang. Rencana ada 10 kota yang akan kita singgahi, Palembang kota ketujuh. Ternyata bahkan jauh dari keraguan, ini adalah kota paling aman dan paling tertib," pungkas Aldo.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
