Begini Urutan Pembagian Daging Kurban yang Benar Sesuai Syariat Islam

Begini Urutan Pembagian Daging Kurban yang Benar Sesuai Syariat Islam

Rika Amelia - detikSumbagsel
Selasa, 26 Mei 2026 09:00 WIB
Ilustrasi pembagian daging kurban saat Idul Adha.
Ilustrasi pembagian daging kurban saat Idul Adha. (Foto: Gemini AI)
Palembang -

Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban hal ini menjadi bentuk ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Setelah penyembelihan, penting juga untuk memahami urutan pembagian hewan kurban yang benar agar distribusi dagingnya sah dan adil sesuai syariat Islam.

Terdapat beberapa aturan dan anjuran penting yang harus dipahami mengenai siapa saja yang berhak menerima daging kurban. Karena itu, memahami tata cara dan urutan pembagian daging kurban dapat membantu panitia atau pekurban agar tidak keliru saat membagikannya.

Berikut informasi dan penjelasan mengenai urutan pembagian daging kurban yang benar sesuai dengan syariat Islam. Yuk simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban

Dilansir jurnal berjudul Risalah Tentang Fikih Kurban dan Akikah oleh Team Tarbiah Wa Da'wah dan laman Badan Amil Zakat Nasional berikut terdapat beberapa golongan utama yang berhak menerima daging kurban.

1. Fakir dan miskin

Orang yang paling berhak menerima daging kurban adalah mereka yang termasuk dalam golongan fakir dan miskin. Orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga dengan adanya pembagian daging kurban akan sangat membantu mereka.

ADVERTISEMENT

2. Kerabat dan tetangga

Daging kurban juga dianjurkan untuk diberikan kepada orang terdekat seperti keluarga, saudara atau tetangga, terutama yang hidup dalam kekurangan. Hal ini juga menjadi cara untuk menjaga hubungan baik dan mempererat silaturahmi.

3. Musafir

Orang yang sedang dalam perjalanan dan mengalami kesulitan atau kehabisan bekal juga termasuk yang berhak menerima daging kurban, meskipun di kampung halamannya mereka tergolong mampu.

4. Panitia Kurban

Panitia yang membantu proses penyembelihan dan pembagian kurban dengan sukarela diperbolehkan menerima bagian daging kurban sebagai bentuk penghargaan atas bantuan mereka.

5. Diri Sendiri dan Keluarga

Orang yang berkurban juga boleh menikmati sebagian daging kurbannya bersama keluarga. Namun, pembagian kepada masyarakat yang membutuhkan tetap harus diutamakan.

Urutan Pembagian Daging Kurban yang Benar Menurut Islam

Dalam ajaran Islam, pembagian daging kurban memiliki beberapa aturan dan anjuran yang perlu diperhatikan agar sah dan sesuai dengan syariat. Tujuan utamanya bukan hanya sekedar menikmati daging namun juga berbagi kepada sesama terutama kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

Untuk urutan pembagian daging kurban yang benar menurut Islam bagian yang paling diutamakan adalah fakir miskin. Mereka adalah orang-orang yang berhak menerima daging kurban agar dapat ikut merasakan kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha dan terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Setelah itu, daging kurban juga dapat dibagikan kepada kerabat, tetangga, dan sahabat. Pembagian ini menjadi bentuk silaturahmi serta mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar, termasuk kepada orang yang tergolong mampu.

Shohibul kurban juga diperbolehkan mengambil bagian sepertiga daging untuk dikonsumsi sendiri bersama keluarga. Namun dengan catatan bahwa daging tersebut diambil hanya untuk dikonsumsi bukan untuk diperjual belikan. Sebagaimana yang dijelaskan oleh KH Afifuddin Muhajir dalam Fathul Mujibil Qarib:

ـ (ولا يبيع) المضحي (من الأضحية) شيئا من لحمها أو شعرها أو جلدها أي يحرم عليه ذلك ولا يصح سواء كانت منذورة أو متطوعا بها

Artinya : Orang yang berkurban (tidak boleh menjual daging kurban) sebagian dari daging, bulu, atau kulitnya. Maksudnya, ia haram menjualnya dan tidak sah baik itu ibadah kurban yang dinazarkan (wajib) atau ibadah kurban sunnah," (Lihat KH Afifuddi Muhajir, Fathull Mujibil Qarib, [Situbondo, Al-Maktabah Al-Asadiyyah: 2014 M/1434 H] halaman 207).

Tata Cara Pembagian Daging Kurban

Dilansir laman Pemerintah Desa Mancagar, Setelah dilakukan penyembelihan hewan kurban, daging akan dipotong menjadi beberapa bagian agar mudah untuk dibagikan. Biasanya daging, tulang, dan jeroan akan dipisahkan terlebih dahulu. Lanjut dilakukan penimbangan supaya setiap penerima mendapatkan pembagian yang merata.

Selanjutnya, daging kurban tersebut akan dikemas menggunakan plastik atau wadah yang bersih dan layak. Ukuran setiap kemasan biasanya disesuaikan agar cukup untuk satu keluarga atau satu penerima. Panitia kurban juga perlu mendata masyarakat yang berhak menerima, terutama fakir miskin dan warga yang membutuhkan.

Dalam proses pembagian, daging kurban dapat diantarkan langsung ke rumah penerima atau dibagikan di lokasi tertentu. Yang terpenting, distribusi dapat dilakukan secara tertib, amanah, dan mengutamakan masyarakat yang paling membutuhkan.

Nah itulah urutan pembagian daging kurban yang benar menurut syariat Islam serta golongan yang berhak menerima dan tata cara pembagian daging kurban yang sudah detiksumbagsel rangkum. Semoga bermanfaat ya detikers!

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads