Herman Deru Dorong Pelaku UMKM di Sumsel Naik Kelas

Sumatera Selatan

Herman Deru Dorong Pelaku UMKM di Sumsel Naik Kelas

Nadiya - detikSumbagsel
Jumat, 22 Mei 2026 14:30 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru saat acara Jambore UMKM Forketas Sumsel.
Gubernur Sumsel Herman Deru saat acara Jambore UMKM Forketas Sumsel. (Foto: Nadiya)
Palembang -

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru terus mendorong UMKM agar naik kelas. Pemerintah daerah akan berupaya memperkuat fondasi ekonomi lokal di tengah ketatnya persaingan pasar saat ini.

"Pemerintah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, mendorong peningkatan status pelaku UMKM ini agar naik kelas dengan cara keterampilan yang bertambah, akses keuangan permodalan yang mudah, dan akses pemasaran yang terbuka luas," ujar Deru saat Pembukaan Jambore UMKM Forketas Sumsel 2026, Kamis (21/5/2026).

Mengenai poin keterampilan, Herman Deru menekankan pentingnya inovasi produk. Pelaku usaha diminta tidak mengartikan UMKM sebatas bentuk fisik, melainkan merambah inovasi pada sektor jasa dan perdagangan kreatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana meningkatkan keterampilan itu, kalau bikin cendol misalnya inovasinya apa lagi sekarang, seperti boba atau pempek sosis beberapa tahun lalu. Keterampilan ini jangan diartikan harfiah, tapi juga keterampilan dalam me-marketing-kan," katanya.

ADVERTISEMENT

Pada poin kedua, pemerintah berkomitmen membuka akses pemodalan selebar-lebarnya lewat kredit usaha rakyat (KUR) tanpa bunga untuk batasan tertentu. Namun, Deru juga mengingatkan komunitas ikut bertanggung jawab memberikan literasi perbankan.

"Ini perlu diberi masukan, bukan sekadar pemberian bantuan. Ini tanggung jawab komunitas karena sudah dipinjamkan tanpa bunga. Butuh literasi perbankan agar mereka memiliki kemampuan bisa mengelola keuangan," tambahnya.

Terkait akses pasar, Deru meminta komunitas wirausaha mengambil peran aktif. Sinergi komunitas dinilai krusial sebagai cara untuk membangkitkan dan memperkenalkan produk agar dikenal luas.

Langkah ini dirasa mendesak mengingat besarnya ceruk pasar di Sumsel. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), saat ini tercatat ada sekitar 800.000 pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah Sumsel.

"Bayangkan ada 800.000 jumlah pelaku usaha kecil menengah di data BI. Ini tentu butuh sekali perhatian dari komunitas-komunitas yang ada untuk selalu menjaga komitmen para pelaku usaha itu sendiri," ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(rep/rep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads