Kronologi Pria Lansia di Palembang Tewas Ditabrak Pikap, Sopir Diamankan

Sumatera Selatan

Kronologi Pria Lansia di Palembang Tewas Ditabrak Pikap, Sopir Diamankan

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Senin, 11 Mei 2026 19:00 WIB
Jenazah pejalan kaki yang tewas ditabrak pikap saat dievakuasi ke rumah sakit
Jenazah pejalan kaki yang tewas ditabrak pikap saat dievakuasi ke rumah sakit (Foto: Rio Roma Dhoni/detikcom)
Palembang -

Pria lansia pejalan kaki di Palembang, Sumatera Selatan, tewas usai tertabrak pikap saat menyeberang. Usai kejadian itu, sopir diamankan polisi.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kapten A Rivai, tepatnya di depan Hotel Batiqa, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Senin (11/5/2025) dini hari.

Setelah kejadian itu, korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit Charitas Palembang, namun dinyatakan meninggal dunia pada Senin sekitar pukul 09.00 WIB. Kemudian jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit Mohammad Hoesin Palembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang Iptu Hermanto mengatakan kejadian bermula saat pikap melaju dari arah Simpang DPRD menuju simpang 4 Bukit. Setibanya di TKP, pikap menabrak korban yang hendak menyeberang.

"Korban ini mau menyeberang jalan, namun datang mobil pikap. Sopir mobil pikap itu sudah melihat korban hendak menyeberang, dipikir sopir korban ini mau langsung menyeberang, ternyata korban mundur dan stop di tengah jalan," katanya saat diwawancarai dirumah sakit Mohammad Hoesin Palembang, Senin.

ADVERTISEMENT

Setelah kejadian itu, sopir pikap membawa korban ke rumah sakit Charitas Palembang guna mendapatkan penanganan medis. Namun korban dinyatakan meninggal dunia.

Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait identitas korban, sebab tidak ada tanda pengenal yang ada di tubuh korban, namun diperkirakan umur korban berkisar 65 atau 70 tahun. Korban mengalami luka parah pada bagian kepala.

"Identitas korban ini belum diketahui, tadi kami sudah berkoordinasi dengan Unit Pidum untuk mengecek sidik jari namun tidak terbaca, mungkin belum pernah membuat KTP (korban)," ujarnya.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera mendatangi rumah sakit untuk memastikan identitas korban. Sementara sopir pikap sudah diamankan guna pemeriksaan berserta kendaraannya.

"Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, kami imbau untuk segera mengecek ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Palembang," ungkapnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads