Primaya Hospital Bhakti Wara Angkat Bicara Soal Dugaan Malpraktik

Bangka Belitung

Primaya Hospital Bhakti Wara Angkat Bicara Soal Dugaan Malpraktik

Deni Wahyono - detikSumbagsel
Rabu, 06 Mei 2026 19:42 WIB
Polisi melakukan ekshumasi makam remaja putri di Pangkalpinang
Foto: Polisi melakukan ekshumasi makam remaja putri di Pangkalpinang (Deni Wahyono)
Pangkalpinang -

Manajemen rumah sakit di Kota Pangkalpinang, Primaya Hospital Bhakti Wara, yang dilaporkan atas kasus dugaan malpraktik akhirnya angkat bicara. Mereka mengklaim pasien berinisial CP (17) tersebut telah ditangani sesuai prosedur.

"Dalam penanganan yang dilakukan, tim medis kami telah melakukan asesmen dan memberikan pelayanan sesuai dengan prosedur serta standar yang berlaku," jelas Direktur Primaya Hospital Bhakti Wara dr Agus Marvianto kepada detikSumbagsel dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).

Agus menegaskan pihaknya mengaku siap kooperatif setelah dipolisikan oleh keluarga korban ke Polresta Pangkalpinang terkait dugaan malpraktik. Untuk diketahui, kasus ini statusnya sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan mendukung proses yang saat ini sedang berjalan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya.

"Kami selaku manajemen Primaya Hospital Bhakti Wara menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya saudari CPS (almarhumah), serta turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Diketahui, polisi telah melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam remaja putri usia 17 tahun itu guna kepentingan autopsi, Senin (4/5). Autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

CP meninggal dunia pada Minggu 22 Maret 2026 ketika sedang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan atau RS keempat. Untuk diketahui, 3 RS sebelumnya dilaporkan tidak bisa merawat CP karena dokternya sedang tidak di tempat dan kamar penuh, termasuk rumah sakit tempatnya melakukan operasi.

Remaja putri ini menjalani operasi pada 16 Maret 2026, setelah didiagnosa mengalami usus buntu. Saat ini polisi masih menunggu hasil autopsi tersebut.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads