Permintaan Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha, DTPHP Mura Gencar Cek Kesehatan

Sumatera Selatan

Permintaan Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha, DTPHP Mura Gencar Cek Kesehatan

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Rabu, 06 Mei 2026 22:40 WIB
DTPHP Musi Rawas lakukan pengecekan kesehatan hewan kurban
DTPHP Musi Rawas lakukan pengecekan kesehatan hewan kurban (Foto: Istimewa/DTPHP Musi Rawas)
Musi Rawas -

Menjelang hari raya Idul Adha 2026, penjualan hewan kurban di Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan, mulai meningkat. Meningkatnya permintaan, membuat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Musi Rawas gencar melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

Salah satu penjual hewan ternak di Kelurahan B Srikaton, Kecamatan tugumulyo yakni Dedek mengaku dirinya sudah mendapat 20 lebih permintaan hewan kurban sejak akhir bulan April 2026.

"Lebih banyak sapi yang dipesan, kambing cuman beberapa ekor saja. Kalau sapi paling banyak dipesan jenis Bali, kalau yang jenis Limousin dan Simmental biasanya para pejabat yang pesan," katanya, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dedek mengungkapkan pemesan hewan kurban miliknya berasal dari Kota Lubuklinggau. Sedangkan sisanya ada yang dari Musi Rawas, Muratara, Empat Lawang, hingga Curup.

"Kalau posisi sekarang lebih banyak tahun kemarin, cuman ini belum final, masih ada sekitar 20 hari lagi sebelum lebaran Idul Adha. Biasanya 10 hari atau seminggu sebelum lebaran baru meningkat pesat yang mesan, karena banyak juga makai metode arisan yang beli sapi ini jadi belum terkumpul duitnya," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DTPHP Musi Rawas Sadjadi mengatakan dikarenakan sudah banyak pemesan hewan kurban, pihaknya sudah gencar melakukan pengecekan kesehatan.

"Pengecekan sudah mulai dilakukan beberapa hari yang lalu karena jelang Idul Adha ini pasti banyak hewan yang masuk ke Musi Rawas," ungkapnya.

Sadjadi mengatakan pengecekan kesehatan dilakukan melalui petugas kesehatan hewan (Keswan). Saat ini 4 Kecamatan akan difokuskan dalam pengecekan kesehatan yakni Megang Sakti, Sumber Harta, Purwodadi, dan Tugumulyo.

"Di sini kami turun langsung mendatangi setiap lapak penjualan hewan kurban, baik itu sapi, kambing, maupun kerbau. Yang kami cek itu pertama kesehatan, kemudian fisiknya apakah ada cacat atau tidak, termasuk juga usianya. Jadi sebelum diperjual belikan menjadi hewan kurban, ternak itu sudah layak dan sehat," ujarnya.

"Setelah pengecekan, nanti petugas keswan akan memberikan surat keterangan sehat kepada pemiliknya. Inilah yang harus menjadi acuan bagi warga sebelum membeli hewan kurban," sambungnya.

Sadjadi juga mengingatkan kepada para penjual hewan kurban agar tidak langsung menggabungkan hewan ternak yang baru dibeli dengan hewan ternak yang sudah di cek kesehatannya.

"Minimal yang baru masuk ke Musi Rawas itu harus dikarantina dulu selama 2 minggu. Tujuannya untuk mengantisipasi penularan penyakit," bebernya.

"Jika ada hewan ternak yang kurang sehat sebaiknya peternak langsung lakukan suntik vitamin, kemudian pemberian obat cacing serta memperhatikan jenis pakan yang diberikan dan kebersihan kandangnya," lanjutnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads