Beberapa waktu lalu ikan sapu-sapu sedang ramai menjadi sorotan karena dibasmi di berbagai daerah, termasuk di Jakarta. Aksi ini muncul seiring dengan meningkatnya populasi ikan sapu-sapu dan dinilai mengganggu ekosistem.
Dilansir dari detikNews, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkap pembersihan tersebut didasarkan pada jumlah ikan sapu-sapu yang telah ada menembus lebih dari 60 persen. Selain itu spesies ini bersifat invasif dengan memangsa telur ikan lain dan membuat spesies lokal sulit bertahan hidup.
"Dari hasil telaah diperkirakan di atas 60 persen ikan sapu-sapu itu sekarang ada di Jakarta. Ikan ini sangat invasif, kemudian juga membuat ikan-ikan lain terutama yang endemik lokal itu hampir semuanya tidak bisa survive karena telurnya dimakan," ungkapnya, dikutip detikSumbagsel, Kamis (23/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain sapu-sapu ternyata masih banyak lagi ikan invasif yang dilarang untuk ada di perairan Indonesia karena ditakutkan mengganggu populasi ikan endemik. Berikut daftar ikan invasif di Indonesia selain ikan sapu-sapu. Yuk, simak!
Alasan Ikan Sapu-sapu Dianggap Merugikan?
Dikutip dari Badan Karantina Indonesia (Barantin), ikan sapu-sapu juga tergolong ke dalam spesies asing invasif yang dapat mengancam perairan lokal. Hal ini dikarenakan keberadaan ikan sapu-sapu yang mengganggu keseimbangan ekosistem karena bersaing dengan ikan lokal untuk memperebutkan habitat dan makanan.
Selain itu, populasi dari ikan ini sulit dikendalikan, ditambah dengan minimnya predator alami, membuat spesies ini cepat mendominasi perairan dan berpotensi menekan populasi ikan asli.
Daftar Ikan Invasif di Indonesia
Dilansir dari buku berjudul Sumber Daya Hayati Perairan oleh Muhammad Nur Findra, Isma Mulyani dan kawan-kawan. Berikut ini sejumlah ikan invasif yang ada di Indonesia, antara lain:
1. Ikan Sapu-sapu (Pterygoplichthys sp.)
Ikan invasif pertama yang juga menjadi pokok bahasan dalam artikel ini adalah sapu-sapu. Ikan jenis ini hidup di danau, sungai, hingga perairan payau. Ikan ini berasal dari Amerika Selatan. Pterygoplichthys merupakan genus ikan sapu-sapu yang banyak ditemukan di Indonesia.
Ikan ini memiliki pertumbuhan yang cepat hingga 40 cm dan juga dilindungi oleh sisik yang cukup keras. Bentuk mulut ikan ini seperti alat hisap yang dapat memudahkan memakan alga yang menempel pada permukaan substrat. Makanan ini dapat berupa alga, lumut, hingga organisme kecil.
Ikan sapu-sapu memiliki kemampuan adaptasi di lingkungan buruk dan mampu hidup di perairan dengan kandungan oksigen yang rendah. Di Indonesia, ikan sapu-sapu sering ditemukan di sungai-sungai, seperti sungai Ciliwung Jakarta.
2. Ikan Red Devil (Amphilophus labiatus)
Ikan invasif berikutnya berasal dari Amerika Tengah, terutama Danau Nikaragua. Ikan ini memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, serta pertumbuhan dan reproduksi yang cepat termasuk di dalam perairan Indonesia. Red devil termasuk jenis ikan invasif yang dilarang di Indonesia sebab merugikan ekosistem perairan tanah air.
Ikan ini di Indonesia termasuk hama sebab mengganggu ekosistem perairan Indonesia, di mana tangkapan nelayan terhadap ikan asli semakin berkurang dan masyarakat tidak berminat untuk memanfaatkannya.
Dilaporkan beberapa tempat yang memiliki banyak populasi red devil adalah Danau Rawa Pening di Jawa Tengah, Danau Toba di Sumatera Utara, dan Waduk Sermo di Daerah Istimewa Yogyakarta.
3. Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang berasal dari Afrika dan didatangkan ke Indonesia sejak tahun 1969 dengan tujuan mendorong produksi ikan air tawar sebagai bagian dari program perikanan dan akuakultur.
Meski ikan ini termasuk ikan yang sering dimanfaatkan masyarakat Indonesia. Namun ikan ini ternyata termasuk dalam kategori ikan invasif terlebih jika berada di ekosistem perairan. Sebab ikan ini memiliki kemampuan reproduksi dan adaptasi yang tinggi. Alhasil keberadaan ikan-ikan endemik akan terancam dan mengakibatkan ketidakstabilan ekosistem.
4. Ikan Arapaima gigas
Arapaima gigas atau Pirarucu merupakan ikan air tawar terbesar yang berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan. Ikan ini dapat tumbuh hingga mencapai panjang total empat meter dan berat 200 kg.
Ikan ini termasuk ikan invasif yang dilarang di Indonesia. Pada 2018, pernah terjadi kasus di mana beberapa ikan arapaima dilepas ke perairan umum seperti Sungai Brantas. Kejadian ini merupakan tindakan yang membahayakan populasi ikan asli.
Daftar Lengkap Ikan yang Merugikan Menurut Permen KP
Di Indonesia, terdapat regulasi yang mengatur larangan pemasukan, pembudidayaan, peredaran, hingga pengeluaran jenis ikan yang dianggap berbahaya dan merugikan. Ketentuan ini terdapat dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 19/PERMEN-KP/2020 Tahun 2020.
- African tigerfish (Hydrocynus vittatus)
- Goliath tigerfish (Hydrocynus goliath)
- Wolf fish (Hoplias malabaricus)
- Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.)
- Giant Arapaima (Arapaima gigas)
- Midas cichlid (Amphilophus citrinellus)
- Red devil cichlid (Amphilophus labiatus)
- Piranha (Pygocentrus spp.)
- Electric eel (Electrophorus electricus)
- dll
Demikian informasi mengenai daftar ikan invasif di Indonesia selain ikan sapu-sapu. Semoga bermanfaat ya, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Video Pramono: Ikan Sapu-sapu Dominasi Perairan Jakarta, Populasi Sudah 60%"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
