Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palembang Sumatera Selatan, menyiagakan sebanyak 61 personel tim rescue khusus untuk menangani laporan gangguan hewan liar atau buas yang masuk ke permukiman warga saat musim hujan dan banjir.
Kasi Penyelamatan dan Rescue Dinas Damkar Kota Palembang Denny mengatakan langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat, terutama di tengah meningkatnya laporan kemunculan hewan berbahaya.
"Saat ini musim hujan dan banjir tentu ancaman dari hewan seperti ular pasti ada, untuk itu masyarakat jangan bertindak sendiri, selain ular juga sarang tawon vespa, hingga buaya perlu ditangani secara profesional oleh petugas kami yang terlatih," katanya kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denny mengungkapkan petugas Damkar Palembang dibekali pelatihan kemampuan khusus di luar penanganan kebakaran, termasuk teknik evakuasi hewan liar yang berpotensi membahayakan warga.
"Peningkatan kapasitas personel ini juga diiringi dengan penerapan sistem siaga penuh selama 24 jam. Kami Damkar Palembang memastikan setiap laporan dari masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,"ungkapanya.
Ia menjelaskan, para personel dibagi dalam sistem piket dengan pembagian waktu kerja setiap delapan jam. Dalam satu shift, terdapat sekitar 16 personel yang siap diterjunkan ke lapangan untuk menangani berbagai situasi darurat.
"Kami memastikan setiap shift memiliki kekuatan personel yang cukup untuk merespons laporan, baik itu evakuasi hewan, pohon tumbang, maupun kondisi darurat lainnya," katanya.
Denny menambahkan dalam satu hari, laporan yang masuk bisa mencapai 80 kejadian. Tidak hanya hewan buas, tetapi juga kejadian lain di luar kebakaran seperti pohon tumbang dan kondisi darurat lingkungan.
"Laporan yang paling sering diterima adalah evakuasi ular dan penanganan sarang tawon vespa yang kerap ditemukan di area rumah warga, atap bangunan, hingga pepohonan di sekitar permukiman,"katanya.
Denny juga mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri jika menemukan hewan berbahaya di sekitar tempat tinggalnya. Tindakan tanpa keahlian justru berisiko menimbulkan korban.
"Kami minta warga untuk tidak bertindak sendiri. Segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secara profesional dan aman," tutupnya.
