Pratikno (55) dan Wiwik Widayati (52) warga Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, tersambar petir saat pulang dari bertani. Akibatnya, Wiwik tewas di lokasi kejadian sementara suaminya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kapolres Pesawaran, AKBP Alvie Granito mengatakan dari keterangan saksi-saksi pasutri tersebut kesehariannya bertani di kebun milik keduanya.
"Jadi mereka ini pulang bertani mengendarai motor, pada saat bersamaan ada petir yang kemudian menyambar mereka. Memang saat itu kondisi cuaca hujan," katanya, Selasa (14/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alvie bilang kedua korban pada saat tersambar petir sempat terjatuh dari atas kendaraannya.
"Iya, jatuh dari motor," ungkapnya.
Meski begitu, dari hasil pemeriksaan Alvie menyampaikan tidak ditemukan adanya luka bakar.
"Hasil pemeriksaan anggota tidak ditemukan luka bakar. Namun memang keterangan saksi keduanya tersambar petir," tuturnya.
Pihak keluarga, kata Alvie, menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan korban meninggal dunia telah dilakukan proses pemakaman.
"Sudah dimakamkan pagi tadi, untuk suaminya masih menjalani perawatan," jelas Alvie.
Atas peristiwa tersebut, dirinya mengimbau masyarakat untuk berteduh ditempat aman jika terjadi hujan deras disertai petir.
"Baiknya berteduh dahulu sampai kondisi reda. Jangan berteduh di bawah pohon, usahakan cari tempat yang aman," tandasnya.
Sebelumnya, pasangan suami istri di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung tersambar petir. Dalam peristiwa tersebut satu orang tewas.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (13/4/2026) sore pukul 17.15 WIB di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
(dai/dai)











































