Remaja Tewas Tenggelam di Sungai Keruk Palembang

Sumatera Selatan

Remaja Tewas Tenggelam di Sungai Keruk Palembang

Irawan - detikSumbagsel
Selasa, 14 Apr 2026 09:32 WIB
Tim saat mengevakuasi korban yang tenggelam di Sungai Keruk Kertapati
Foto: Tim saat mengevakuasi korban yang tenggelam di Sungai Keruk Kertapati (Dok. Basarnas Sumsel)
Palembang -

Remaja bernama Deni (18) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Keruk, Kecamatan Kertapati, Palembang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Mataram, Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, pada Senin (13/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban diketahui tengah mandi di pinggir sungai bersama tiga temannya sepulang dari pangkas rambut.

Namun tiba-tiba air sungai pasang dan arus menjadi deras. Korban pun terseret arus hingga tenggelam. Teman-temannya sempat berusaha menolong dengan menggunakan sebatang kayu, namun upaya tersebut gagal karena kuatnya arus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Kantor Basarnas Sumsel Raymond Konstantin mengatakan kantor SAR Palembang menerima laporan kejadian sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi. Proses pencarian dilakukan dengan penyisiran menggunakan perahu karet serta penyelaman di sekitar titik kejadian.

"Setelah pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan pada Selasa (14/4) sekitar pukul 04.50 WIB. Jasad korban ditemukan mengapung di pinggir sungai, sekitar 50 meter dari lokasi awal korban tenggelam," katanya.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

"Kami juga turut berbelasungkawa kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah membantu hingga korban berhasil ditemukan," ungkapnya.

Raymond juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama di sungai dengan arus yang bisa berubah secara tiba-tiba.

Masyarakat juga diingatkan untuk mengutamakan keselamatan, terutama bagi yang tidak bisa berenang, serta menghindari aktivitas di sungai dengan arus deras.

"Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan Basarnas di nomor 115 yang dapat diakses selama 24 jam," tutupnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads