Bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Kondisi ini cukup sering terjadi dan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada bayi.
Kelahiran prematur dapat terjadi secara tak terencana dan diduga-duga, seperti dalam kasus ketuban pecah sebelum waktunya atau infeksi rahim selama kehamilan
Oleh karena itu, berikut detikSumbagsel rangkum penyebab bayi lahir prematur, serta mengetahui cara mencegah dan mengatasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Bayi Prematur?
Melansir dari situs resmi Kemenkes, bayi prematur lahir lebih cepat dari waktu normal, yaitu sebelum mencapai 37 minggu atau 9 bulan kehamilan.
Semakin dini bayi lahir, semakin tinggi risiko komplikasi seperti gangguan pernapasan, berat badan rendah, hingga masalah perkembangan.
Penyebab Bayi Lahir Prematur
Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan bayi lahir prematur:
1. Infeksi pada Ibu Hamil
Infeksi seperti infeksi saluran kemih atau infeksi rahim dapat memicu peradangan dalam tubuh, dan merangsang produksi hormone yang memicu kontraksi lebih awal.
2. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Kondisi seperti preeklamsia dapat memaksa persalinan dilakukan lebih cepat demi keselamatan ibu dan bayi. kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi, pembengkakan, serta adanya protein dalam urine. Dalam kasus tertentu, dokter harus melakukan persalinan lebih cepat untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Akibatnya, bayi terpaksa lahir sebelum waktunya.
3. Kehamilan Kembar
Ibu yang mengandung lebih dari satu bayi memiliki risiko lebih tinggi melahirkan prematur akibat Rahim yang berkerja lebih keras dan mengalami peregangan lebih cepat.
4. Gaya Hidup Tidak Sehat
Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, serta kurang nutrisi dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, akibat adanya zat-zat yang dapat mengganggu aliran oksigen dan nutrisi ke bayi, sehingga meningkatkan risiko komplikasi hingga kelahiran prematur.
5. Stres dan Kelelahan
Kondisi emosional ibu dapat berperan besar dalam kehamilan, akibat tekanan emosional dan fisik yang berlebihan juga dapat memicu kontraksi dini.
6. Riwayat Prematur Sebelumnya
Jika sebelumnya pernah melahirkan prematur, risiko pada kehamilan berikutnya juga meningkat. Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu teratasi atau faktor genetic yang mempengaruhi kehamilan.
7. Masalah pada Rahim atau Plasenta
Kelainan struktur rahim atau gangguan plasenta seperti bentuk yang tidak normal atau leher rahim yang lemah dapat memengaruhi perkembangan janin dan bertahan hingga cukup bulan.
Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur
Dilansir dari situs dinkes.acehprov, pencegahan dapat dilakukan sejak awal kehamilan dengan langkah berikut:
1. Rutin Periksa Kehamilan
Kontrol ke dokter secara rutin untuk memantau kondisi ibu dan janin.
2. Konsumsi Makanan Bergizi
Pastikan asupan nutrisi cukup, terutama zat besi, asam folat, dan protein.
3. Hindari Rokok dan Alkohol
Zat berbahaya ini dapat mengganggu perkembangan janin.
4. Kelola Stres
Istirahat cukup dan hindari aktivitas berat berlebihan.
5. Jaga Kebersihan dan Kesehatan
Cegah infeksi dengan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan.
6. Perhatikan Jarak Kehamilan
Idealnya, beri jarak minimal 18-24 bulan antar kehamilan.
Cara Mengatasi dan Penanganan Bayi Prematur
Jika bayi lahir prematur, penanganan yang tepat sangat penting:
1. Perawatan di Inkubator
Bayi prematur biasanya belum mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri karena lapisan lemaknya yang sangat tipis. Oleh karena itu, dirawat di inkubator untuk menjaga suhu tubuh dan membantu pernapasan.
2. Pemberian ASI
Pemberian air susu ibu (ASI) sangat penting bagi bayi prematur karena mengandung antibodi, protein, dan nutrisi yang mudah dicerna untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi.
3. Pemantauan Medis Intensif
Bayi prematur memerlukan pengawasan ketat oleh tenaga medis. Dokter akan memantau perkembangan organ bayi, terutama paru-paru dan jantung, pemeriksaan rutin juga dilakukan untuk mendeteksi dini adanya komplikasi seperti infeksi, gangguan pernapasan, atau masalah pencernaan
4. Metode Kanguru
Metode kanguru adalah Teknik perawatan dengan cara meletakkan bayi di dada ibunya. Kontak kulit antara ibu dan bayi membantu meningkatkan suhu tubuh dan ikatan emosional.
5. Pemantauan Tumbuh Kembang
Setelah keluar dari rumah sakit, bayi prematur memerlukan kontrol rutin untuk memastikan pertumbuhan optimal. Hal ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan berat badan, tinggi badan, serta perkembangan motorik dan kognitif berjalan dengan baik.
Bayi lahir prematur dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan ibu hingga gaya hidup. Namun, risiko ini dapat diminimalkan dengan pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan perhatian terhadap kondisi kehamilan.
Demikian rangkuman dari detikSumbagsel mengenai bayi prematur, semoga dapat menambah informasi detikers untuk menghindari lahirnya bayi prematur.
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
