Pria di OKU Timur Tewas Gantung Diri, Diduga Tekanan Psikologi Kesehatan

Sumatera Selatan

Pria di OKU Timur Tewas Gantung Diri, Diduga Tekanan Psikologi Kesehatan

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Selasa, 07 Apr 2026 18:41 WIB
Ilustrasi
Foto: Ilustrasi bunuh diri (Dok.Detikcom)
OKU Timur -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan yang serupa. Bila anda merasakan ada kecenderungan untuk melakukan perbuatan bunuh diri, sebaiknya segera konsultasikan ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater atau klinik kesehatan mental.

Seorang pria paruh baya di OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) ditemukan tewas dengan cara gantung diri di dalam rumahnya. Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena tekanan psikologi kesehatan yang dideritanya.

Diketahui korban berinisial AN (58) warga Desa Karya Makmur, Kecamatan Madang Suku III, Kabupaten OKU Timur. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saksi berinisial B (33) sekitar pukul 06.00 WIB saat hendak menuju dapur rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saksi terkejut saat melihat korban sudah tewas tergantung di bagian dapur rumah.

"Saksi langsung meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian," kata Kapolsek Madang Suku II Iptu Ario Wibowo, Selasa (7/4/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Kapolsek, setelah pihaknya menerima laporan melalui layanan Call Center 110, langsung mengerahkan personel menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas tiba di lokasi bersama tim medis dari UPTD Puskesmas Batumarta VIII untuk melakukan pemeriksaan awal dan olah TKP. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia tanpa ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh.

"Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan barang bukti berupa tali yang digunakan korban, serta melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur, termasuk pencatatan keterangan saksi dan pengamanan lokasi," ujarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat kondisi kesehatan yang dideritanya.

"Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan penolakan untuk dilakukan autopsi dengan melampirkan surat pernyataan resmi," ujarnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads