Joko Anwar bakal merilis film horor baru berjudul Ghost in The Cell karya Joko Anwar. Film ini rencananya bakal tayang di bioskop pada 16 April 2026. Film ini menghadirkan teror mengerikan di balik jeruji besi.
Produser Tia Hasibuan mengatakan, film ini jadi salah satu tontonan yang dinanti, apalagi sudah dipastikan akan tayang di 86 negara. Capaian tersebut menunjukkan kualitas film yang mampu bersaing di pasar global.
"Beberapa negara yang menayangkan meliputi 13 negara di Asia, Amerika Utara, hingga Eropa seperti Jerman, Swiss, Rusia, Spanyol, Portugal, serta negara lainnya dengan bahasa masing-masing," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Film ini mengangkat kisah mencekam di dalam lapas fiktif Labuhan Angsana. Para narapidana hidup dalam tekanan, konflik, hingga kekerasan yang terjadi setiap hari, menciptakan suasana penuh ketegangan.
Sementara Joko Anwar menyebut cerita dalam film ini terinspirasi dari realita sosial yang terjadi di Indonesia.
"Ini tentang sistem yang korup, orang-orang kecil yang terjebak di dalamnya, serta apa yang terjadi ketika kebenaran ditutupi dan akhirnya muncul ke permukaan," ujarnya.
Konflik semakin memuncak saat seorang napi baru masuk, lalu satu per satu tahanan mulai tewas secara misterius dan mengerikan. Teror tersebut diketahui berasal dari sosok hantu yang membunuh berdasarkan aura negatif seseorang.
Joko menyebut, kondisi itu membuat para napi berada dalam dilema untuk bertahan hidup di tengah situasi yang tidak adil.
"Mereka dipaksa berubah, berlomba-lomba menjadi lebih baik, meski berada di lingkungan yang penuh ketidakadilan. Bahkan, mereka akhirnya bersatu untuk melawan penindas, termasuk ancaman dari hantu itu sendiri," ungkapnya.
Selain menghadirkan horor, film ini juga dibalut unsur komedi gelap dan kritik sosial, dengan deretan aktor seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, hingga Morgan Oey yang memperkuat alur cerita.
