Antisipasi Banjir Berulang, Titik Langganan Banjir di OKU Dipasang Box Culvert

Sumatera Selatan

Antisipasi Banjir Berulang, Titik Langganan Banjir di OKU Dipasang Box Culvert

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Selasa, 31 Mar 2026 20:00 WIB
Alat berat melakukan pekerjaan pemasangan box culvert.
Foto: Alat berat melakukan pekerjaan pemasangan box culvert. (Dok. BPBD OKU)
OKU -

Lokasi langganan banjir di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, bertahap dilakukan penanganan. Salah satunya di titik Kantor KUA Baturaja Timur, Stikes Al Ma-arif, dan jalan lintas Sumatera. Lokasi ini kerap banjir saat hujan deras terjadi.

Kepala Pusdalops BPBD OKU Gunalfi mengatakan fokus penanganan banjir dilakukan di Kelurahan Sukaraya, di mana letak fasilitas kantor, pendidikan dan akses jalan nasional selalu terdampak banjir saat hujan terjadi.

"Kita sudah melakukan rakor bersama pihak dan stakeholder terkait. Antisipasi penanganan banjir akan dilakukan pembongkaran dan pemasangan box culvert di bawah kolam lintas di wilayah Kelurahan Sukaraya," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, penanganan banjir di lokasi tersebut dilakukan dengan penyedotan air menggunakan mesin pompa. Sehingga, penanganan permanen dilakukan dengan pemasangan box culvert.

"Karena pemasangan box culvert di jalan lintas nasional, maka pihak balai jalan nasional (BPJN Sumsel) yang mengerjakan. Tim Satgas Bansor kemarin sudah melakukan pendampingan ke lokasi tempat pemasangannya," katanya.

ADVERTISEMENT

Gunalfi menyebut, banjir di wilayah Baturaja Timur terjadi akibat hujan deras yang terjadi pada Sabtu-Minggu (28-29 Maret) lalu. Dari data terbaru yang disampaikannya, jumlah warga yang terdampak sebanyak 90 jiwa atau 25 KK.

"Rumah yang terdampak banjir ada 30 unit, kemudian 6 ruangan fasilitas pendidikan di Stiker Al Ma'arif, dan kantor KUA Baturaja Timur," katanya.

"Ketinggian banjir berkisar 50-100 cm. Sedangkan banjir di jalan nasional setinggi 30 meter di akses Jalan Dr M Hatta dan Jalan Pancur 80 meter. Dari banjir ini, estimasi kerugian mencapai Rp 102 juta," sambungnya.

Untuk kondisi saat ini, lanjutnya, wilayah yang terdampak banjir masih terjadi genangan. Namun, ketinggian air berangsur surut.

"Dan saat ini masih melakukan penyedotan kembali oleh tim gabungan. Untuk pohon tumbang akibat angin kencang di Kelurahan Sukajadi, saat ini sisa puing sudah dibersihkan warga sekitar dengan gotong royong. Tidal ada yang luka maupun korban jiwa daa banjir ini," tukasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads