Gubernur Sumatera Selatan menyebut Pemprov tengah mempertimbangkan kebijakan WFH sesuai arahan pemerintah pusat sebagai upaya efisiensi BBM. Meski masih menunggu petunjuk teknis, Rabu menjadi opsi paling memungkinkan.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan hari Rabu menjadi opsi paling memungkinkan, mengingat hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat dinilai kurang efektif karena berdekatan dengan akhir pekan.
"Kalau Jumat atau Senin, nanti panjang sekali weekend-nya. Kalau Kamis nanti Jumat dijadikan harpitnas (hari kejepit nasional). Kalau di hari Selasa, Senin dijadikan harpitnas. Jadi yang paling mungkin itu Rabu, kemungkinan itu ya," ujarnya, Senin (30/3/2026)
Ia mengatakan bahwa penerapan WFH berpotensi menghemat biaya bahan bakar minyak (BBM) hingga 18 persen.
"18 persen akan terkurangi dari cost BBM jika WFH," katanya
Herman Deru menyatakan bahwa penerapan WFH dilakukan dengan tetap mempertimbangkan dampak ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
Ia mencontohkan keberadaan kantin di kantor-kantor pemerintahan yang menggantungkan pendapatannya dari aktivitas pegawai.
"Jangan sampai kita menghemat BBM, tapi di sisi lain justru membuat aktivitas ekonomi menjadi mandek. Contohnya, kantin yang sumber bahan bakunya bergantung pada geliat pasar," ujarnya.
Ia mengatakan akan tetap patuh terhadap instruksi pusat, namun tetap menyesuaikan kebijakan dengan kondisi ekonomi masyarakat setempat.
"Itulah yang harus kita pertimbangkan untuk patuh terhadap instruksi pusat, tetapi kita juga harus mempertimbangkan dengan kondisi ekonomi masyarakat," tuturnya.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
Simak Video "Video Mendagri Ungkap Menteri Prabowo Sepakati soal WFH 1 Hari dalam Sepekan"
(dai/dai)