Gangguan Asam Lambung: Ini Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasinya

Gangguan Asam Lambung: Ini Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ani Safitri - detikSumbagsel
Senin, 18 Mei 2026 22:00 WIB
Ilustrasi Asam Lambung
Ilustrasi asam lambung. (Foto: iStock)
Palembang -

Gangguan asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) kini bukan lagi keluhan orang tua saja. Di tengah gaya hidup serba cepat dan pola makan yang sering tidak teratur, kalangan usia muda kini menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terserang penyakit ini.

Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, asam lambung kronis bisa memicu luka pada kerongkongan hingga komplikasi serius lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali pemicunya sejak dini serta memahami langkah pencegahannya secara medis.

Penyebab Asam Lambung Naik

Secara medis, asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) terjadi akibat melemahnya otot finder atau katup bawah esofagus. Berdasarkan penjelasan dari laman RS Pondok Indah, ketika katup tersebut longgar, cairan asam dari lambung dengan mudah naik dan memicu sensasi terbakar di dada (heartburn), mual, hingga mulut terasa pahit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada beberapa kebiasaan utama yang menjadi pemicu kondisi ini, di antaranya:

1. Pola Makan yang Buruk

Kebiasaan makan terlalu terburu-buru, porsi yang berlebihan, serta melewatkan jam makan. Terlalu sering mengonsumsi makanan pedas, asam, gorengan (berlemak tinggi), coklat, dan kafein/soda yang dapat melemahkan katup lambung.

ADVERTISEMENT

2. Gaya Hidup Tidak Sehat

Misalnya kebiasaan langsung berbaring atau tidur setelah makan, kurang tidur (begadang), merokok, serta konsumsi alkohol. Tingkat stres atau kecemasan yang tinggi, serta kondisi obesitas (kelebihan berat badan) yang meningkatkan tekanan pada area perut.

Cara Ampuh Mencegah Gangguan Asam Lambung

Untuk mengatasi asam lambung berlebih yakni dengan merubah gaya hidup dan disiplin menjaga pola makan. Ini menjadi kunci utama. Dilansir Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), berikut langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan sehari-hari:

1. Terapkan Metode Small Frequent Meals

Ubah porsi makan menjadi lebih kecil namun dengan frekuensi yang lebih sering. Langkah ini sangat efektif untuk mencegah lambung terlalu penuh dan menekan katup esofagus.

2. Beri Jeda Sebelum Tidur

Hindari kebiasaan langsung rebahan atau tidur setelah mengisi perut. FK Umsida menyarankan untuk memberikan jeda waktu minimal 2 hingga 3 jam antara waktu makan malam dan waktu tidur agar proses pencernaan selesai dengan sempurna.

3. Atur Posisi Tidur yang Tepat

Saat tidur malam, usahakan posisi kepala dan dada bagian atas lebih tinggi sekitar 15-20 cm menggunakan bantal tambahan. Posisi ini memanfaatkan gaya gravitasi untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

4. Kelola Stres dan Perbaiki Pola Hidup

Stres dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebih. Oleh karena itu, lakukan relaksasi, olahraga ringan secara rutin, hindari pakaian yang terlalu ketat di area perut, serta pastikan istirahat malam tercukupi dengan baik.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Perubahan gaya hidup memang sangat membantu meredakan gejala ringan. Jika gangguan asam lambung tetap sering kambuh, tidak membaik setelah mengatur pola makan, atau mulai disertai gejala bahaya seperti berat badan turun drastis dan kesulitan menelan, segera lakukan pemeriksaan medis.

Pihak dokter spesialis biasanya akan menyarankan tindakan pemeriksaan lebih lanjut seperti endoskopi guna mendeteksi potensi luka di dalam lambung sejak dini dan memberikan terapi obat-obatan (seperti antasida atau PPI) yang tepat.

Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kenapa Stres Bisa Picu GERD?"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads