Oleh-oleh yang dibawa dari kampung halaman saat bermudik seperti menjadi hal wajib yang harus dibawa. Biasanya pemudik akan membagikan oleh-oleh tersebut ke tetangga saat kembali ke perantauan.
Umumnya, pemudik akan membawa oleh-oleh yang menjadi khas di wilayah tertentu seperti kemplang, kerupuk, keripik ataupun pempek.
Namun, berbeda dengan apa yang dibawa oleh ayah dan anak asal Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, bernama Soleh (60) dan Nasrudin (40).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka yang bermudik menggunakan sepeda motor membawa hasil bumi untuk kemudian dibagikan ke tetangga di perantauan yakni Cikupa, Kabupaten Tanggerang.
Nasrudin mengaku sengaja membawa hasil bumi singkong dan pisang berbagai jenis untuk nantinya bertukar dengan tetangganya.
"Ini bawa hasil kebun bapak di kampung (Lampung Selatan), ada singkong sama pisang. Ini sekitar 50 kilogram," katanya, Jumat (27/3/2026).
"Ini nantinya biasanya itu kami tukar-tukaran, kan ada teman yang pulang ke Palembang juga, jadi nanti dia bawa pempek atau kerupuk kami biasanya tukaran," sambung Nasrudin sambil tertawa.
Ditambahkan Soleh, setiap tahun dia dan putranya selalu menyempatkan pulang ke Lampung untuk berkumpul bersama keluarga.
"Istri memang di sini (Lampung), ke Tangerang itu kerja sama Udin (Nasrudin). Kan ibu Udin masih ada, jadi tiap tahun itu memang kami pulang ke Lampung," jelasnya.
Kata Soleh, oleh-oleh hasil kebun yang dibawa ke perantauan bukan sekedar untuk bertukar namun upaya untuk menikmati hasil bumi yang dibudidayakan keluarga sendiri.
"Daripada beli, mending bawa hasil kebun sendiri yang bisa kita bagikan ke tetangga di Tangerang," tutupnya.
