Kerangka manusia yang ditemukan warga pesisir pantai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) masih belum diketahui identitasnya. Polisi merilis ciri-ciri dari temuan kerangka tersebut.
Kerangka manusia itu ditemukan pesisir pantai Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Tanjabtim, pada Rabu (25/3/2026), sekitar pukul 17.00 WIB. Kerangka yang ditemukan itu masih utuh dari tengkorak hingga tulang kaki dan masih terbalut pakaian.
Kasat Reskrim Polres Tanjung Jabung Timur AKP Ahmad Sukani Daulay mengatakan bahwa kerangka itu ditemukan oleh warga saat mencari kepiting. Saat itu, warga mencium bau tak sedap di area pantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga atau nelayan sedang mencari kepiting tercium aroma menyengat seperti bangkai lalu nelayan tersebut mencari sumber bau tersebut kemudian ditemukanlah sesosok tengkorak mayat manusia tersebut," kata Daulay, Kamis (26/3/2026).
Selanjutnya, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Sadu. Pihak kepolisian langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.
Dari pemeriksaan, adapun ciri-ciri dari kerangka manusia tersebut mengenakan pakaian baju lengan panjang berwarna abu-abu dengan lengan berwarna ungu. Jenis kelamin dan identitas korban sudah tidak dapat dikenali.
Selanjutnya, tinggi korban diperkirakan 155 cm. Kerangka tersebut ditemukan berjarak 2 kilometer dari permukiman Desa Sungai Sayang.
"Sampai saat ini masyarakat di Desa Sungai Sayang dan Kecamatan Sadu tidak ada laporan orang hilang," tambah Daulay.
Saat ini, kerangka manusi tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi, untuk dilakukan autopsi penyebab kematiannya.
"Kami mengimbau kepada masyarakat Provinsi Jambi dan masyarakat di luar Provinsi Jambi, jika ada keluarganya yang kehilangan anggota keluarga segera menghubungi Polres Tanjung Jabung Timur di no call center 110," kata Daulay.
