Realisasi investasi di Sumatera Selatan pada 2025 turun 11,63% dibandingkan 2024. Pada 2024 realisasi investasi mencapai Rp 70,91 triliun, sedangkan 2025 Rp 62,67 triliun.
Realisasi itu juga tak sesuai capaian target nasional sebesar Rp 78,85 triliun atau hanya 79,48%.
"Meski turun, realisasi investasi tersebut telah melampaui target RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 42,5 triliun," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel Lusapta Yudha Kurnia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investasi pada 2025 didominasi oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang berkontribusi Rp 47,19 triliun. Realisasi itu tercapai 209,75% dari RPJMD.
Sementara, realisasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 15,47 triliun atau tercapai 77,37% dari RPJMD.
Lusapta menilai penurunan PMA tersebut dipengaruhi oleh berakhirnya sejumlah proyek investasi besar yang sebelumnya mendorong realisasi investasi pada 2024. Di antaranya ekspansi pabrik OKI Pulp and Paper dan pabrik milik PT Pupuk Sriwidjaja.
"Pada 2025 pelaksanaan proyek selesai, dan sekarang tahap pengoperasian. Oleh karena itu, realisasi PMA sangat besar menyusut," ungkapnya.
Lusapta menyebut evaluasi capaian investasi 2025 akan difokuskan pada upaya mendorong dan mengidentifikasi sektor baru yang berpotensi menarik investasi. Salah satunya rencana pembangunan pelabuhan di Banyuasin.
"Seperti potensi dari pembangunan Pelabuhan New Port Tanjung Carat," tukasnya.
