Masjid Agung Palembang mulai dipadati masyarakat sejak pagi hari. Warga tampak berdatangan dari berbagai penjuru kota untuk melaksanakan ibadah bersama.
Pantauan di lokasi, jamaah mulai memadati area masjid sejak sekitar pukul 05.30 WIB. Mereka datang dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaraan pribadi. Arus kedatangan terus meningkat seiring mendekati waktu pelaksanaan salat.
Area Jembatan Ampera juga mulai dipadati masyarakat. Ikon Kota Palembang itu memang selalu dipadati umat yang ingin melaksanakan Salat Id.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas keamanan tampak berjaga di sejumlah titik untuk mengatur arus jemaah. Selain itu, beberapa ruas jalan di sekitar masjid juga mengalami kepadatan akibat meningkatnya volume kendaraan.
Beberapa akses jalan juga ditutup, seperti di area persimpangn Pasar Cinde. Pengendara harus mrlalui Jalan Kol Atmo.
"Sejak subuh sudah mulai ramai, dan sekarang terus bertambah," ujar salah satu petugas di lokasi.
Sejumlah jemaah mengaku sengaja datang lebih awal agar mendapatkan tempat di dalam area masjid. Sebagian lainnya memilih menggelar sajadah di halaman dan area sekitar masjid.
Ada pula yang memilih di lokasi Bundaran Air Mancur atau di Tugu Cempako Telok, ikon baru Kota Palembang.
"Saya datang lebih cepat supaya bisa salat di dalam, tapi ternyata sudah cukup penuh. Jadi pilih di halaman dekat Tugu Cempako," ujar Citra salah seorang warga.
Salah satu pemudik bernama Berin mengaku sengaja memilih lokasi salat di atas Jembatan Ampera karena ingin merasakan suasana di atas Jembatan Ampera
"Saya baru tahun ini pulang kampung ke Palembang. Memang sengaja ingin merasakan Salat Id di Jembatan Ampera. Walaupun sebenarnya di tenda masih banyak tempat kosong, tapi suasananya di sini lebih terasa," katanya.
Humas Masjid Agung Palembang Doly Nofiansyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah tahun ini telah dipersiapkan dengan matang, termasuk penunjukan imam dan khotib.
"Untuk imam Salat Id dipimpin oleh Ustadz Ahmad Tarmizi Muhaimin, S.Pd.J Al Hafizh, sedangkan yang bertindak sebagai khotib adalah Al Ustadz Ki. Kgs. Nurdin Manshur," katanya kepada wartawan, Sabtu (21/3/2026).
Hadir dalam Salat Id itu, Gubernur Sumsel Herman Deru, Wagub Sumsel Cik Ujang, dna Forkopimda Sumsel. Kemudia Wali Kota Palembang Ratu Dewa, dan lainnya.
