Sopir dan Pemudik Terobos Barikade Penyekatan Tol Muaro Sebapo Jambi

Jambi

Sopir dan Pemudik Terobos Barikade Penyekatan Tol Muaro Sebapo Jambi

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Selasa, 17 Mar 2026 15:40 WIB
Sopir dan pemudik menorobos barikade penyekatan di Tol Muaro Sebapo
Sopir dan pemudik menorobos barikade penyekatan di Tol Muaro Sebapo (Foto: Dimas Sanjaya)
Jambi -

Sejumlah sopir angkutan dan pemudik memprotes penutupan akses masuk Pinto Tol Muaro Sebapo akibat penyekatan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Jambi-Palembang, Selasa (17/3/2026) siang. Mereka memaksa petugas membuka jalan dan masuk ke dalam tol.

Untuk diketahui, saat ini Polda Jambi masih melakukan penyekatan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Jambi-Palembang. Hal ini dikarenakan masih terjadi kemacetan panjang di wilayah Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Pantauan detikSumbagsel Selasa siang, sopir dan pemudik ngotot bahwa lalu lintas di wilayah Bayung Lencir sudah lancar setelah melihat informasi di media sosial, sehingga mereka memaksa masuk. Sejumlah petugas tol dan polisi yang menjaga pos penyekatan tidak mampu menenangkan para sopir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dapat info sudah lancar di sana (Jalur Lintas Timur Jambi-Palembang), kenapa masih ditutup," kata seorang sopir, Selasa.

Meskipun telah dijelaskan bahwa penutupan ini bagian dari upaya mengurai dan antisipasi kemacetan berulang, namun para sopir tidak terima. Mereka emosi dan mengancam petugas.

ADVERTISEMENT

"Sekarang gini, kami diizinkan lewat atau tidak, kalau tidak, kami yang maksa masuk," kata sopir.

Seorang sopir menarik dan menyingkirkan barikade pembatas jalan yang dipasang di Simpang Exit Tol Muaro Sebapo. Petugas yang kewalahan hanya pasrah dan membiarkan sopir masuk.

Setelah puluhan kendaraan menjebol batas penyekatan, petugas kembali menutup jalan masuk Pintu Tol Muaro Sebapo.

Sementara itu, Budiman pemudik dari Batam, Kepri, menyebut seharusnya petugas memprioritaskan kendaraan pribadi. Dia juga kecewa karena masih banyak truk angkutan yang masih melintas dan menjadi biang kemacetan.

"Seharusnya arus mudik ini kan sekali setahun. Harusnya kendaraan pribadi ini yang diutamakan (masuk tol) sebelum tahun sebelumnya seperti itu," kata Budiman.

Budiman memahami terkait persoalan kemacetan di Jalintim Jambi-Palembang, dia ingin tetap melewati Jalintim karena akses terdekat. Sedangkan, jika melewati Jalan Lintas Tengah atau Barat, sangat jauh.

"Betul (petugas mengarahkan jalur alternatif), tapi itu jauh. Kita tinggal di Betung (Sumatera Selatan)," ujarnya.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads