Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Jawa-Sumatera mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Pada H-7 Lebaran, jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Peningkatan arus penumpang dan kendaraan pada H-7 Lebaran menunjukkan bahwa pergerakan mudik dari Jawa menuju Sumatera mulai mengalami akselerasi. Kami memprediksi tren ini akan terus meningkat mendekati puncak arus mudik," kata General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, ASDP telah mengantisipasi lonjakan tersebut dengan mengoptimalkan operasional kapal serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh armada kapal kami siagakan dan jadwal pelayaran diatur secara dinamis agar pelayanan penyeberangan tetap lancar. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, KSOP, dan instansi terkait untuk memastikan arus kendaraan di pelabuhan dapat terkelola dengan baik," ujarnya.
Partogi juga mengimbau masyarakat yang akan menyeberang melalui lintasan Merak-Bakauheni untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta melakukan pembelian tiket secara daring melalui aplikasi resmi sebelum tiba di pelabuhan.
"Kami mengimbau pengguna jasa agar membeli tiket lebih awal melalui aplikasi atau kanal resmi, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal pada tiket agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di area pelabuhan," tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran mencatat yang dikeluarkan oleh PT ASDP cabang Bakauheni Lampung Selatan selama 24 jam pada 14 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, sebanyak 72.735 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.
Angka ini naik 52,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 47.630 orang.
Selain penumpang, jumlah kendaraan juga mengalami lonjakan cukup tinggi. Total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-7 mencapai 17.067 unit atau meningkat 65,7 persen dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 10.302 unit.
Rinciannya, kendaraan roda dua tercatat sebanyak 2.756 unit atau naik 30,3 persen dari tahun lalu yang berjumlah 2.115 unit. Sementara kendaraan roda empat mencapai 10.365 unit, melonjak 73,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 5.963 unit.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada kendaraan logistik. Total truk yang menyeberang mencapai 3.352 unit atau meningkat 95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.719 unit. Sedangkan bus tercatat 594 unit atau naik 17,6 persen dari sebelumnya 505 unit.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-7, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 199.011 orang. Angka ini sedikit turun 1,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 202.791 orang.
Namun untuk kendaraan, jumlahnya justru meningkat. Selama periode H-10 hingga H-7, tercatat 49.026 kendaraan menyeberang dari Jawa ke Sumatera atau naik 5,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 46.393 unit.
Sementara itu, arus penyeberangan dari Sumatera menuju Jawa juga mengalami peningkatan meski tidak sebesar arah sebaliknya.
Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah trip kapal yang beroperasi pada H-7 tercatat sebanyak 128 perjalanan. Dalam periode yang sama, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 40.794 orang atau naik 4,9 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 38.885 orang.
Jumlah kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-7 mencapai 8.324 unit atau meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 7.564 unit.
Rinciannya, kendaraan roda dua tercatat 620 unit atau naik 15,5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 537 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.623 unit atau naik 12,8 persen dari sebelumnya 4.098 unit.
Sementara itu, kendaraan truk mencapai 2.531 unit atau naik 8,5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.332 unit. Berbeda dengan moda lainnya, jumlah bus justru mengalami penurunan menjadi 550 unit atau turun 7,9 persen dari tahun lalu sebanyak 597 unit.
Secara kumulatif pada periode H-10 hingga H-7, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 138.179 orang atau turun 5,6 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 146.426 orang.
Sedangkan total kendaraan yang menyeberang pada periode tersebut tercatat 31.660 unit atau naik tipis 1,1 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 31.330 unit.
