Apa Itu Surah Al-Qadr? Ini Bacaan Latin, Terjemahan, dan Tafsirnya

Apa Itu Surah Al-Qadr? Ini Bacaan Latin, Terjemahan, dan Tafsirnya

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Sabtu, 14 Mar 2026 21:00 WIB
Surah Al-Qadr.
Foto: Surah Al Qadr (Quran NU)
Palembang -

Di antara malam-malam istimewa dalam Islam, Lailatul Qadar menempati kedudukan yang paling mulia. Malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan dan menjadi momen turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW. Setiap Muslim tentu ingin meraih kemuliaan malam ini, terutama di 10 malam terakhir Ramadan.

Lailatul Qadar dijelaskan secara khusus dalam Al-Qur'an melalui Surah Al-Qadr. Berikut penjelasan lengkap mengenai Surah Lailatul Qadar beserta tafsirnya!

Pengertian Lailatul Qadar

Dilansir dari detikHikmah, berdasarkan buku Kedahsyatan Puasa karya M. Syukron Maksum, secara bahasa Lailatul Qadar berasal dari bahasa Arab. Laila berarti malam, sementara Qadar berarti ketetapan, kemuliaan, atau kehormatan. Secara keseluruhan, Lailatul Qadar dapat diartikan sebagai malam penuh kemuliaan atau malam di mana Allah SWT menetapkan takdir manusia untuk satu tahun ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di malam Lailatul Qadar, Allah SWT menurunkan keberkahan, rahmat, dan ampunan kepada hamba-hamba-Nya yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah dan ketaatan.

Apa itu Surah Al-Qadr ?

Surah yang menjelaskan tentang Lailatul Qadar adalah Surah Al-Qadr, surah ke-97 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari lima ayat dan berisi tentang keagungan serta kemuliaan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

ADVERTISEMENT

Mayoritas ulama tafsir seperti Ibnu Katsir, Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, Sayyid Qutb, dan Buya Hamka berpendapat bahwa surah ini termasuk golongan surah Makkiyah, yakni surah yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

Bacaan Surah Al-Qadr Beserta Terjemahannya

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ ١

Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr.

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam Lailatul Qadar."

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ ٢

Wa mā adrāka mā lailatul-qadr.

Artinya: "Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu?"

لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣

Lailatul-qadri khairum min alfi syahr.

Artinya: "Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan."

تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ٤

Tanazzalul-malā'ikatu war-rūḥu fīhā bi'iżni rabbihim min kulli amr.

Artinya: "Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."

سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ ٥

Salāmun hiya ḥattā maṭla'il-fajr.

Artinya: "Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar."

Tafsir Surah Al-Qadr Ayat per Ayat

Dikutip dari Baznas, berikut tafsir Surah Al-Qadr:

Ayat 1: Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah SWT menurunkan Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar, yang merupakan malam penuh berkah di bulan Ramadan. Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka juga menegaskan bahwa ayat ini menerangkan keistimewaan malam tersebut sebagai malam turunnya kitab suci umat Islam.

Ayat 2: Ayat ini merupakan bentuk penguatan dari Allah SWT untuk menegaskan betapa agung dan mulianya malam Lailatul Qadar. Malam ini juga disebutkan sebagai malam penetapan Allah atas segala perjalanan makhluk-Nya selama setahun ke depan, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3-4.

Ayat 3: Menurut Ibnu Katsir, beribadah pada malam Lailatul Qadar lebih utama dibandingkan beribadah selama seribu bulan yang di dalamnya tidak terdapat Lailatul Qadar. Ini menunjukkan betapa luar biasanya nilai satu malam ini di sisi Allah SWT.

Ayat 4: Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi membawa keberkahan dan rahmat yang melimpah. Mereka akan hadir mendampingi setiap hamba yang membaca Al-Qur'an dan berdzikir, meletakkan sayap-sayapnya mengelilingi dan menaungi orang-orang tersebut.

Ayat 5: Para malaikat turut mendoakan setiap hamba yang mendapatkan malam Lailatul Qadar, sehingga ia akan merasakan kedamaian yang luar biasa. Ayat ini juga menegaskan bahwa Lailatul Qadar berlangsung hingga terbit fajar, sehingga seluruh ibadah sunah yang dikerjakan sepanjang malam tersebut termasuk dalam amalan menghidupkan malam Lailatul Qadar.

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads