- Apa itu Penyakit Ain?
- Penyebab Penyakit Ain 1. Rasa Iri Hati 2. Rasa Cemburu 3. Perasaan Dendam 4. Sihir
- Cara Menghindari Penyakit Ain 1. Rutin Membaca Surah Al-Mu'awwidzatain 2. Membaca Doa Saat Merasa Kagum Melihat Seseorang 3. Menjauhi Sifat Riya
- Doa agar Tidak Terkena Penyakit Ain
- Cara Mengobati Penyakit Ain
Pernahkah merasa tiba-tiba sakit atau tertimpa kemalangan setelah mengunggah foto kebahagiaan di media sosial? Bisa jadi itu adalah pengaruh penyakit ain.
Memahami apa itu penyakit ain menjadi sangat penting di era digital saat ini, di mana setiap orang dengan mudah memandang kehidupan orang lain. Tak hanya sekadar rasa iri, kekaguman tanpa mengingat Allah juga bisa menjadi pemicunya.
Yuk detikers, simak penjelasan lengkap mengenai penyebab, cara menghindari dan mengobati penyakit ain agar anda dan keluarga tetap terlindungi!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu Penyakit Ain?
Dilansir dari detikHikmah, penyakit ain adalah salah satu penyakit yang diakui dalam Islam yang terbukti melalui sejumlah hadits shahih Rasulullah SAW. Meski tidak tampak secara fisik, dampak penyakit ain nyata dirasakan oleh penderitanya.
Keberadaan penyakit ain telah dibenarkan oleh Rasulullah SAW melalui hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah:
"Mintalah pertolongan kepada Allah SWT dari ain (mata jahat) karena ia adalah benar."
Pernyataan serupa juga termuat dalam HR. Bukhari dan Muslim:
"Penyakit 'ain itu benar-benar wujud."
Bahkan dalam hadits lain, Rasulullah SAW menyebutkan betapa kuatnya pengaruh ain:
"Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh 'ain itulah yang bisa." (HR. Muslim)
Dalam Buku Induk Doa dan Dzikir karya Kasimun, seorang ulama menjelaskan bahwa pandangan yang mengandung kekuatan ain mampu mendatangkan mudarat bagi orang yang dipandang, semua itu terjadi atas izin dan kehendak Allah SWT. Artinya, Allah telah menetapkan suatu hukum alam di mana bahaya bisa datang melalui tatapan mata seseorang kepada orang lain.
Penyebab Penyakit Ain
Secara umum, ain berasal dari pandangan mata seseorang yang hatinya dipenuhi sifat dengki. Jika tatapan itu berasal dari hati yang bersih dan tidak dengki, maka tidak akan menimbulkan ain. Berikut beberapa penyebab umum penyakit ain:
1. Rasa Iri Hati
Iri hati menjadi pemicu utama penyakit ain. Saat seseorang merasa tidak rela melihat keberhasilan atau kebahagiaan orang lain, tatapan matanya dapat memancarkan energi negatif yang berpotensi membahayakan orang yang dipandangnya.
Seseorang bisa terkena ain ketika dilihat oleh musuh atau orang yang iri, di mana pandangan itu kemudian memengaruhi kondisi kesehatannya hingga ia jatuh sakit.
2. Rasa Cemburu
Cemburu adalah perasaan tidak senang melihat orang lain memiliki sesuatu yang lebih dari dirinya. Perasaan ini mendorong timbulnya tatapan negatif yang dapat memengaruhi kesehatan orang yang menjadi sasarannya.
Rasulullah SAW telah mengingatkan umatnya agar menjauhi perasaan semacam ini melalui sabdanya: "Jangan saling mencelakai, jangan saling membenci, jangan saling bermusuhan, jangan saling mendengki, dan jangan saling membelakangi." (HR. Muslim)
3. Perasaan Dendam
Dendam yang terpendam dalam hati juga dapat menjadi sumber munculnya ain. Seseorang yang menyimpan dendam terhadap orang lain bisa tanpa sadar memancarkan tatapan berbahaya yang berpotensi merugikan orang yang menjadi objeknya.
Allah SWT mengingatkan hal ini dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 79:
"Dan jika kamu merasakan sesuatu yang buruk, maka sesungguhnya keburukan itu berasal dari dirimu sendiri."
Ayat ini mengisyaratkan bahwa segala keburukan yang menimpa seseorang sejatinya berakar dari dalam dirinya sendiri. Karena itu, menjaga hati dari perasaan negatif seperti dendam, iri, dan cemburu adalah kewajiban setiap Muslim.
4. Sihir
Praktik sihir atau ilmu hitam turut menjadi penyebab yang memperparah kerentanan seseorang terhadap penyakit ain. Energi negatif yang dihasilkan dari sihir membuat seseorang lebih mudah terserang ain. Perlindungan dari sihir dapat dilakukan dengan rutin membaca Surah Al-Falaq dan An-Nas.
Cara Menghindari Penyakit Ain
Dikutip dari buku Ihya 345 Sunnah Nabawiyah karya DR. Raghib As-Sirjani, Rasulullah SAW memiliki amalan khusus untuk menangkal ain. Buku Syarah Hisnul Muslim susunan Syaikh Majdi Abdul Wahab Al-Ahmad (terjemahan Abdul Rosyad Shiddiq) juga merinci beberapa cara yang bisa diamalkan:
1. Rutin Membaca Surah Al-Mu'awwidzatain
Membaca Surah Al-Mu'awwidzatain, yakni Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas, setiap malam sebelum tidur merupakan amalan utama penangkal ain. Rasulullah SAW menambahkan bacaan Surah Al-Ikhlas dalam amalannya ini.
Aisyah meriwayatkan bahwa setiap menjelang tidur, Rasulullah SAW meniupkan napas ke kedua telapak tangannya sambil membaca tiga surah tersebut, lalu mengusapkannya ke wajah dan seluruh tubuh yang dapat dijangkau. Saat beliau sakit, beliau meminta Aisyah untuk melakukan hal yang sama.
2. Membaca Doa Saat Merasa Kagum Melihat Seseorang
Ketika seorang Muslim merasa kagum melihat penampilan atau keadaan orang lain, dianjurkan untuk segera mengucapkan:
"Maa syaa-allaahu laa quwwata illa billaahi, Allahumma baarik 'alaih."
Artinya: "Inilah apa yang dikehendaki Allah, tiada kekuatan selain dengan Allah, ya Allah berkahilah ia."
Doa ini berfungsi sebagai penghalang agar kekaguman tersebut tidak berubah menjadi ain bagi orang yang dipandang.
3. Menjauhi Sifat Riya
Riya atau pamer merupakan sifat tercela yang tidak hanya dibenci Allah SWT, tetapi juga berpotensi memancing kekaguman berlebihan dari orang lain. Kekaguman yang tidak disertai doa keberkahan inilah yang bisa berujung pada ain.
Doa agar Tidak Terkena Penyakit Ain
Berikut doa pelindung dari penyakit ain yang bersumber dari Kitab Al-Adzkar Imam Nawawi (terjemahan Ulin Nuha):
أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
"U'iidzuka bikalimatillahit taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli 'ainin laammah."
Artinya: "Aku memohon perlindungan kepada Allah untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala setan, binatang berbahaya, serta dari ain yang mencela." (HR. Bukhari)
Perlu diperhatikan, kata u'iidzuka digunakan untuk laki-laki. Jika doa ini ditujukan untuk perempuan, maka kata tersebut diganti menjadi u'iidzuki.
Selain itu, terdapat doa pelindung lain yakni :
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
"A'udzu bi kalimatillahit tammati min syarri maa khalaq."
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan segala ciptaan-Nya." (HR. Muslim dan Ibnu Sinni)
Cara Mengobati Penyakit Ain
Rasulullah SAW tidak hanya menjelaskan cara mencegah ain, tetapi juga memberikan petunjuk pengobatannya. Dalam sabdanya:
"'Ain adalah hak. Seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya ain-lah yang dapat mendahuluinya. Apabila kalian diminta untuk mandi, maka mandilah." (HR. Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa maksud dari perintah mandi dalam hadits tersebut adalah meminta orang yang menjadi sumber ain untuk mandi menggunakan pakaian yang langsung bersentuhan dengan kulitnya. Air bekas mandinya kemudian disiramkan kepada orang yang terkena ain sebagai sarana penyembuhan.
Dalam riwayat lain dari Aisyah RA, cara pengobatannya sedikit berbeda. Orang yang menjadi sumber ain diperintahkan untuk berwudhu, lalu air sisa wudhunya diberikan kepada orang yang terkena ain untuk mandi. (HR. Abu Dawud)
Metode penyembuhan lainnya adalah ruqyah. Rasulullah SAW pernah memerintahkan agar seorang pelayan perempuan di rumah Ummu Salamah yang wajahnya terlihat pucat kekuning-kuningan segera diruqyah, karena beliau mengetahui bahwa perempuan itu telah terkena penyakit ain. (HR. Bukhari & Muslim).
Baca juga: Cara Mencegah dan Menyembuhkan Penyakit Ain |
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
