Rincian 2 Meja Biliar di Rumdis Pimpinan DPRD Sumsel, Tertinggi Wakil Ketua

Sumatera Selatan

Rincian 2 Meja Biliar di Rumdis Pimpinan DPRD Sumsel, Tertinggi Wakil Ketua

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 08 Mar 2026 08:00 WIB
Gedung DPRD Sumsel
Gedung DPRD Sumsel (Foto: Sabrina Adliyah)
Palembang -

Sekretariat DPRD Sumatera Selatan melakukan pengadaan dua meja biliar. Dalam SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), paket meja biliar senilai Rp 486,9 juta itu diperuntukkan bagi dua pimpinan dewan.

Pimpinan dewan itu adalah Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie. Politisi dari partai Golkar ini merupakan Ketua Pengprov POBSI (Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesoia) Sumsel. Di Golkar, dia menjabat sebagai sekretaris partai di tingkat provinsi.

Dalam nama paket yang tertera di SIRUP, pengadaan meja biliar untuk di rumah dinasnya yang terletak di Jalan Demang Lebar Daun atau tepat disamping Griya Agung, senilai Rp 151 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan satu pimpinan lain, yang mendapatkan pengadaan meja biliar di rumah dinasnya diperuntukkan bagi Wakil Ketua III DPRD Sumsel, Ilyas Panji Alam. Sama seperti Andie, Ilyas juga merupakan sekretaris di partainya, yakni di DPD PDI Perjuangan Sumsel.

Sebelum berada di legislatif, dia pernah menjadi Bupati Ogan Ilir pada 2017-2021. Dalam paket pengadaan, nilai anggaran untuk meja biliar miliknya lebih tinggi dari milik Andie, yakni sebesar Rp 335,9 juta.

ADVERTISEMENT

Kepala Bagian Humas DPRD Sumsel Hadiyanto yang dikonfirmasi membenarkan data yang dilihat dari SIRUP LKPP dari Sekretariat DPRD Sumsel. Data itu merupakan hasil update per 7 Maret 2026, pukul 01.47 WIB.

"Siap, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP, untuk pelaksanaan belum," ujar Hadiyanto, Sabtu (7/3/2026).

Dia menyebut jika pengadaan itu untuk menunjang kebutuhan aktivitas pimpinan dewan.

"Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan," katanya.

Menurutnya, rencana pengadaan meja biliar dan lain-lainnya, masih akan dikoordinasikan dengan bagian umum. Sebab, kegiatan pengadaan di Sekretariat DPRD Sumsel dilaksanakan oleh bagian tersebut.

"Nah, kalau untuk kegiatan-kegiatan (pengadaan) tersebut coba aku nanti koordinasi dengan Kabag Umum," terangnya.

Dia mengaku tak mengetahui alasan pasti penetapan pengadaan dua meja biliar itu kenapa berbeda harga. Hal itu katanya ada di Bagian Umum Sekretariat DPRD Sumsel.

"Saya juga belum tahu, (beda harga meja biliar) mungkin dari jenis-jenisnya. Tidak tahu juga saya. Nanti koordinasi dengan bagian umum Senin (9/3/2026)," katanya.

Dia tak merespon saat ditanyai pengadaan dua meja biliar itu apakah diajukan kedua pimpinan dewan tersebut untuk dibeli setwan atau menjadi inisiatif setwan. Namun, dia meminta agar hal tersebut bisa dikoordinasikan dengan pihaknya pada saat hari kerja. "Nanti Senin saja," tukasnya.

Sementara Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie yang dikonfirmasi terkait pengadaan meja biliar di rumah dinasnya tak merespon.

Senada, Wakil Ketua II DPRD Sumsel Nopianto yang dikonfirmasi juga tak merespons. Sekwan DPRD Sumsel juga memilih bungkam. Dia tak merespons saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads