Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan, mencatat hingga awal Maret 2026, penukaran uang di Sumsel mencapai Rp 121,4 miliar. Penukaran uang Lebaran ini melalui Aplikasi PINTAR.
"Ada 23.800 penukaran uang melalui aplikasi PINTAR atau sekitar 40 persen dari total kuota yang disediakan," kata Kepala Kantor BI Sumsel, Bambang Pramono, Jumat (6/3/2026).
Menurut Bambang, kebutuhan uang di Sumsel selama Ramadan dan IdulFitri 1447 H diproyeksikan meningkat 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, Bank Indonesia menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran transaksi dan stabilitas sistem pembayaran," katanya.
Peningkatan kebutuhan uang ini mencerminkan menguatnya aktivitas ekonomi, terutama konsumsi rumah tangga dan perdagangan ritel menjelang Hari Raya.
"Melalui SERAMBI 2026 yang mengusung tema "Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah", Bank Indonesia membuka 462 titik layanan penukaran di Sumatera Selatan dengan kuota 57.000 penukar," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK), disiapkan lebih dari Rp 1,6 triliun dalam pecahan Rp 1.000 hingga Rp 20.000.
Ditambahkan Bambang, selain membuka layanan penukaran uang di lokasi-lokasi strategis , BI Sumsel juga melaksanakan kegiatan susur Sungai Musi (SSM).
Kegiatan Susur Sungai Musi dilaksanakan pada 2-6 Maret 2026, menjangkau enam desa pesisir di sepanjang Sungai Musi, yakni Desa Upang, Muara Talang, Makarti, Sungsang, Bunga Karang, dan Pulau Borang.
"Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, layak edar, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)," ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, dibawa modal kas sebesar Rp 5,3 miliar dalam pecahan Rp1.000 hingga Rp50.000, seluruhnya dalam kondisi baru dan layak edar, guna memastikan akses layanan kas bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau perbankan.
"Selain layanan penukaran uang, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta sosialisasi pembayaran non-tunai untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir. Seluruh layanan penukaran dilakukan melalui pendaftaran digital pada aplikasi PINTAR (pintar.bi.go.id)," pungkasnya.
