Malam Nuzulul Quran dikenal sebagai momen turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 17 Ramadan.
Pada tahun ini, 17 Ramadan 1447 H bertepatan dengan Sabtu (7/3/2026), sehingga Jumat Malam menjadi malam peringatan Nuzulul Quran.
Nuzulul Quran merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amalan ibadah seperti membaca Al-Quran hingga zikir.
Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai doa Nuzulul Quran yang dapat dipraktikan serta amalan dan keistimewaan malam tersebut. Yuk, simak!
Doa Malam Nuzulul Quran
Dilansir detikHikmah, berikut beberapa doa yang dapat dibaca pada malam Nuzulul Quran, hari ini:
1. Bacaan Doa Malam Nuzulul Quran
Mengutip laman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, doa Nuzulul Quran yang dianjurkan dibaca pada malam 17 Ramadan adalah sebagai berikut:
اللهم نور قلوبنا بتلاوة القرآن وزين أخلاقنا بجاه القرآن وحسن أعمالنا بذكر القرآن ونجنا من النار بكرامة القرآن وأدخلنا الجنة بشفاعة القرآن
Arab Latin: Allahumma nawwir quluubanaa bi tilaawatil qur'an, wa zayyin akhlaaqanaa bijaahil qur'an, wa hassin a'maalanaa bi dzikril qur'an, wa najjinaa minan naari bi karaamatil qur'an, wa adkhilnal jannata bi syafaa'atil qur'an.
Artinya: "Ya Allah sinari hati kami sebab membaca Al-Qur'an, hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Al-Qur'an, baguskanlah amalan kami karena berdzikir lewat Al-Qur'an, selamatkanlah kami dari api neraka karena kemuliaan Al-Qur'an, masukkanlah kami ke dalam surga dengan syafaat Al-Qur'an."
2. Bacaan Doa Khotmil Quran
Umat Islam juga dianjurkan membaca doa khotmil Quran atau doa setelah selesai membaca Al-Quran sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keberkahan. Berikut bacaan doanya:
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكَرَنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلَّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Arab Latin: Allahumarhamni bil qur'an. Waj'alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rahman. Allahumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa 'allimni minhu maa jahiltu. Warzuqnii tilawatahu aana allaili wa athrafannahar waj'alhu li hujatan ya rabbal 'alamin.
Artinya: "Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur'an. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam."
Amalan Malam Nuzulul Quran
Saat malam Nuzulul Quran tiba, ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan ibadah sebagai bentuk syukur atas turunnya Al-Quran. Berikut beberapa amalan yang dapat dikerjakan dilansir dari laman NU Online dan laman Majelis Ulama Indonesia (MUI).
1. Memperbanyak Membaca Al-Quran
Amalan yang dapat dilakukan pada malam Nuzulul Quran yang pertama adalah membaca Al-Quran. Malam ini merupakan peristiwa turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak tilawah.
Ketua PCNU Sumedang, Kiai Sa'dullah, menyampaikan bahwa salah satu cara terbaik untuk mengisi malam tersebut dengan istiqamah membaca Al-Quran. Bahkan, selama bulan Ramadan umat Islam dianjurkan menargetkan setidaknya satu kali khatam Al-Qur'an.
2. Melaksanakan Salat Malam
Shalat Malam atau qiyamul lail juga dapat menjadi amalan yang dianjurkan dilakukan pada malam Nuzulul Quran. Salat malam memiliki kedudukan istimewa karena termasuk ibadah sunah yang paling utama setelah salat wajib lima waktu.
Rasulullah SAW menerima pesan dari Malaikat Jibril yang menegaskan:
شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ
Latin : Syaraf al-mu'min qiyāmul lail wa 'izzuhu istighnā'uhu 'anin nās.
Artinya: "...kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia." (HR Ath-Thabrani).
3. Iktikaf
Amalan lain yang dianjurkan untuk dilakukan adalah iktikaf. Ibadah ini dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah, baik melaksanakan salat wajib maupun sunah serta memperbanyak zikir dan doa.
Mengutip buku Fikih susunan H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah disebutkan niat iktikaf sebagai berikut:
نَوَيْتُ أَنْ إِعْتِكَفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu an i 'tikafa fi hażal-masjidi sunnatal lillāhi ta älä
Artinya: "Aku niat beriktikaf di masjid ini sunnah karena Allah Ta'ala."
Simak Video "Video: Hukum Membaca Al-Qur'an saat Haid Menurut Ilmu Fiqih"
(dai/dai)