AS Klaim Lebih dari 30 Kapal Iran Ditenggelamkan Selama Perang

Internasional

AS Klaim Lebih dari 30 Kapal Iran Ditenggelamkan Selama Perang

Indra Komara - detikSumbagsel
Jumat, 06 Mar 2026 12:40 WIB
Cuplikan gambar ini dari video yang dirilis oleh Departemen Pertahanan AS pada 4 Maret 2026, menunjukkan apa yang menurut Departemen Pertahanan adalah rekaman periskop dari kapal selam Angkatan Laut AS yang menembaki dan menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia. Sebuah kapal selam AS menembak torpedo dan menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia, kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Rabu. Hampir 150 orang hilang dan beberapa tewas setelah fregat IRIS Dena tenggelam pada hari Rabu di lepas pantai Sri Lanka, kata para pejabat.
Foto: Kapal Selam AS Tenggelamkan Fregat Iran (Departemen Pertahanan AS/AFP)
Jakarta -

Situasi peperangan antara Amerika Serikat (AS) yang bersekutu dengan Israel melawan Iran makin memanas. Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal Iran selama perang berlangsung.

Dilansir detikNews, Perwira militer AS berpangkat tinggi menyebut serangan rudal balistik dan drone oleh pasukan Teheran telah menurun secara substansial.

"Sekarang kami telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal, dan dalam beberapa jam terakhir, kami menyerang kapal induk drone Iran, kira-kira seukuran kapal induk Perang Dunia II. Dan saat ini, kapal itu terbakar," kata Laksamana Brad Cooper dalam konferensi pers, dikutip AFP, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cooper menjelaskan serangan rudal balistik Iran menurun 90 persen, serangan drone juga menurun 83 persen.

"Serangan rudal balistik Iran telah menurun 90 persen sejak hari pertama. Serangan drone telah menurun 83 persen sejak hari pertama," kata Cooper, kepala Komando Pusat yang bertanggung jawab atas pasukan AS di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

Diketahui, Amerika Serikat meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran bersamaan dengan pasukan Israel pada 28 Februari. Iran merespons dengan menembakkan gelombang drone serang dan rudal ke negara-negara lain di kawasan tersebut.

Misi AS yakni menghancurkan kemampuan rudal balistik Iran dan angkatan lautnya yang disebut 'Operasi Epic Fury. Cooper mengatakan Amerika Serikat tidak hanya menargetkan rudal Iran, tetapi juga berupaya untuk meratakan basis industri rudal balistik Iran.

"Saat kita beralih ke fase berikutnya dari operasi ini, kita akan secara sistematis membongkar kemampuan produksi rudal Iran untuk masa depan," kata Cooper.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads