Gencarkan Serangan Balasan, Iran Klaim 560 Tentara AS Tewas dan Luka

Internasional

Gencarkan Serangan Balasan, Iran Klaim 560 Tentara AS Tewas dan Luka

Novi Christiastuti - detikSumbagsel
Selasa, 03 Mar 2026 16:40 WIB
AS-Israel serang Iran, di mana Rusia dan China?
Foto: Dampak perang Iran dan Amerika Serikat serta Israel (BBC World)
Jakarta -

Iran terus melakukan serangan balasan dengan menggempur pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di negara-negara Teluk. Hal ini sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.

Teheran mengklaim sedikitnya 560 tentara AS tewas atau terluka akibat serangan pembalasan mereka. Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya pada Angkatan Bersenjata Iran, Kolonel Ebrahim Zolfaghari, seperti dilansir media lokal Iran, Press TV, Selasa (3/3/20206), mengumumkan pencapaian dari "Operasi Janji Sejati 4" yang membalas serangan AS-Israel dan pembunuhan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei.

Pasukan Iran menargetkan kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, dengan empat rudal jelajah. Zolfaghari mengklaim serangan rudal itu membuat USS Abraham Lincoln "kabur" ke perairan tenggara Samudra Hindia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan pembalasan Iran, sebut Zolfaghari, juga menargetkan pangkalan AS, Ali al-Salem, di Kuwait, yang membuatnya tidak dapat beroperasi dan menghancurkan struktur angkatan laut AS di negara tersebut.

Dia menambahkan bahwa empat drone tempur Iran menghantam pangkalan Angkatan Laut AS di pelabuhan Salman di Bahrain, hingga merusak parah bagian komando dan pendukungnya. Dua rudal balistik Iran, kata Zolfaghari, diluncurkan ke pangkalan yang menampung pasukan AS di Bahrain.

ADVERTISEMENT

Zolfaghari melaporkan bahwa jet-jet tempur Angkatan Udara Iran berhasil membombardir pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk dan di wilayah Kurdistan Irak.

"Setidaknya 560 tentara Amerika telah tewas dan terluka dalam serangan balasan Iran sejauh ini," sebut Zolfaghari.

Angka ini belum bisa diverifikasi secara independen. Sejauh ini, AS baru mengonfirmasi kematian sedikitnya empat tentara mereka akibat serangan Iran.

Dalam pernyataannya pada Senin (2/3), Zolfaghari juga memperingatkan Israel bahwa sirene peringatan serangan rudal tidak akan berhenti berbunyi di wilayah pendudukan tersebut, karena serangan pembalasan terus berlanjut tanpa henti. Teheran merilis perintah evakuasi untuk warga Israel di area-area yang diserang.

"Kami telah memperingatkan tentang perluasan serangan teradap pangkalan-pangkalan yang diduduki oleh musuh-musuh agresor, dan mengatakan bahwa sirene tidak akan pernah berhenti berbunyi di Israel," tegasnya.

Sejak Sabtu (28/2), pasukan AS dan Israel menyerang ratusan target di berbagai wilayah Iran, termasuk menargetkan rudal, angkatan laut, dan lokasi komando dan kendali militer negara tersebut. Rentetan serangan itu menewaskan sejumlah tokoh penting dan pejabat tinggi Teheran, termasuk Khamenei.

Laporan otoritas Iran menyebutkan bahwa sejauh ini, sedikitnya 555 orang tewas di negara tersebut akibat gelombang serangan AS-Israel.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads