Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin. Dari tokoh masyarakat hingga warga biasa dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, satu per satu datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang mereka kenang sebagai pemimpin visioner dan peduli rakyat.
Tokoh masyarakat Palembang, Anwar Fuadi, hadir dan menyampaikan duka secara singkat. Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang baik dan terbuka.
"Beliau orang yang baik, ramah, dan punya perhatian besar terhadap masyarakat. Kita kehilangan sosok pemimpin yang berjasa," ujarnya singkat, Kamis (26/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun bukan hanya tokoh yang datang. Di antara pelayat, tampak pula warga dari berbagai penjuru daerah salah satunya Rudi (28) beserta keluarganya, warga Pagar Alam, mengaku sengaja datang sejak pagi untuk memberi penghormatan terakhir.
Ia bercerita, dirinya merupakan salah satu siswa yang merasakan langsung program sekolah gratis yang digagas semasa kepemimpinan Alex Noerdin.
"Saya sekolah dari SD sampai SMA gratis. Orang tua saya petani, jadi program itu sangat membantu. Kalau tidak ada sekolah gratis, mungkin saya tidak bisa lanjut," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Kini Rudi telah bekerja dan membantu perekonomian keluarganya. Ia merasa memiliki utang budi secara moral kepada almarhum. Baginya, hadir di pemakaman adalah bentuk terima kasih terakhir.
"Saya cuma ingin mengucapkan terima kasih dan mendoakan beliau. Semoga amal baiknya dibalas oleh Allah SWT," tambahnya.
Cerita serupa juga datang dari warga daerah lain di Sumatera Selatan yang mengaku merasakan manfaat program berobat gratis dan pembangunan infrastruktur di masa kepemimpinan almarhum. Bagi mereka, kehadiran di pemakaman bukan sekadar melayat, tetapi juga mengenang perubahan hidup yang pernah mereka rasakan.
Di tengah lantunan doa dan suasana duka, pemakaman itu menjadi gambaran nyata bagaimana seorang pemimpin tak hanya dikenang lewat jabatan, tetapi melalui jejak kebaikan yang hidup di hati masyarakatnya.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
