Kepergian mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode Alex Noerdin tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga. Tapi juga masyarakat yang mengenalnya sebagai pelopor berobat dan sekolah gratis.
Di mata masyarakat, Alex Noerdin merupakan sosok pemimpin yang berdedikasi. Hal itu diungkapkan mantan Kepala Desa Karang Makmur, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin Sutardi (53).
Kata Sutardi, dedikasi itu bahkan jauh sebelum Alex Noerdin menjabat sebagai Gubernur Sumsel, yakni saat dia masih menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau semenjak menjabat jadi Bupati Musi Banyuasin, alhamdulillah beliau sangat maju dan dikenang oleh masyarakat. Sampai saat ini pun masih terkenang nama beliau. Dan programnya selalu dirasakan juga untuk warga Lalan dan Musi Banyuasin khususnya," kata Sutardi, yang menjabat Kades Karang Makmur periode 2015-2021, Kamis (26/2/2026).
Sutardi menyebut sejumlah program nyata yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayahnya, dari sisi infrastruktur, pembangunan di Kecamatan Lalan mengalami kemajuan yang di bawah kepemimpinan Alex Noerdin.
"Untuk program di Kecamatan Lalan yaitu dari segi pembangunan maju, dari PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) itu kan dirasakan juga oleh masyarakat, dan pertanian juga selalu ditunjang oleh bantuan-bantuan dari Dinas Pertanian melalui beliau," ungkapnya.
Tak hanya soal infrastruktur dan pertanian, Sutardi juga mengingat program sosial almarhum yang langsung menyentuh kehidupan warga, yakni program berobat gratis dan sekolah gratis.
"Iya, itu kan dari berobat gratis dan sekolah gratis itu sangat dirasakan juga oleh masyarakat," ujarnya.
Hal senada dikatakan warga Muba lainnya yakni Ilham mengatakan berkat program beasiswa dari Alex Noerdin dia mampu menyelesaikan kuliah dan bekerja.
"Saya sengaja datang sejak pagi, untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan almarhum, saya dulu mahasiswa UIN yang mendapatkan beasiswa PKG dari beliau sehingga bisa menyelesaikan kuliah," katanya.
Sementara itu, Wati (48) warga Palembang mengaku cukup terkejut saat mendengar kabar kepergian almarhum.
"Saya juga lumayan kaget dapat kabar siang kemarin, tapi mungkin ini jalan Allah, jalan yang terbaik. Allah menyayangi Bapak makanya dipanggil lebih cepat dari yang kita duga," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah masjid di Palembang telah menggelar pembacaan Surah Al-Fatihah untuk almarhum pada malam sebelumnya, menjelang salat Tarawih.
"Alhamdulillah tadi malam saat saya taraweh, itu setelah Isya sebelum taraweh kami dipimpin imam untuk menghadiahkan Al-Fatihah untuk almarhum Bapak," tuturnya.
Diketahui, Alex Neordin meninggal di Rumah Sakit Siloam, Jakarta pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Alex Noerdin meninggal menderita penyakit sumbatan pada empedunya dan infeksi saluran pankreas.
Saat ini, jenazah Alex Noerdin sudah tiba di Palembang dan akan dikebumikan di TPU Kebun Bunga, Palembang.
