Sholat Tarawih adalah ibadah yang hanya ada di bulan Ramadan. Hukumnya sunnah muakkad yang berarti sholat sunnah yang sangat dianjurkan. Lalu, bagaimana niat shoat Tarawih sendiri di rumah?
Perkara mengerjakan sholat Tarawih sendiri di rumah bukan hal baru yang menjadi persoalan. Ketika Covid-19 terjadi, umat Islam di Indonesia dianjurkan melaksanakan Tarawih di rumah, baik berjamaah maupun sendirian.
Sejarah Sholat Tarawih
Dikutip buku Inilah Islam karya Jauhar Ridloni Marzuq, pada masa Rasulullah SAW, sholat Tarawih yang ia dan para sahabat lakukan bukanlah berjamaah seperti sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasulullah SAW biasanya sholat Tarawih sendiri di rumah, sedangkan para sahabat mengerjakan di masjid secara sendiri-sendiri. Suatu malam, Rasulullah SAW keluar rumah dan Tarawih di masjid.
Mendapati itu, para sahabat ikut melaksanakan Tarawih bersama Rasulullah SAW secara berjamaah. Malam-malam berikutnya jamaah semakin bertambah dan tetiba Rasulullah SAW tidak hadir di masjid di hari keempat.
Pagi harinya setelah sholat Subuh, Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabat lalu bersabda:
"Aku telah mengetahui apa yang kalian lakukan. Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar masjid tadi malam, hanya saja aku takut kelak sholat ini malah diwajibkan atas kalian lalu kalian tidak mampu melakukanya." (HR. Bukhari).
Esoknya, para sahabat melaksanakan Tarawih di rumah seperti hari-hari sebelumnya. Hingga Rasulullah SAw meninggal, kondisi tersebut masih tetap dijalankan. Kemudian, pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, ia melihat keadaan yang terjadi kurang baik.
Jamaah di sudut kecil masjid seakan menunjukkan ketidaksatuan umat Islam. Ia pun berpendapat:
"Aku berpikiran untuk mengumpulkan mereka menjadi satu jamaah di belakang satu imam," ucap Umar kepada Abdurrahman bin Abdul Qari seperti diriwayatkan Imam Bukhari.
Umar pun mengumpulkan mereka menjadi satu jamaah di belakang Ubay bin Ka'ab. Inisiatif tersebut diterima oleh para sahabat, sehingga dijadikan sholat Tarawih berjamaah.
Hukum Mengerjakan Sholat Tarawih Sendiri
Dari historis tersebut menjadi landasan bahwa tidak ada larangan dalam melaksanakan sholat Tarawih sendirian di rumah. Kendati begitu, lebih utama dilakukan di masjid, sebagaimana pendapat Imam Hanafi, Imam Syafi'i, dan Imam Hanbali.
Apabila di rumah, hendaknya dilakukan secara berjamaah agar mendapatkan pahala. Menurut Imam Maliki, mengerjakan Tarawih di rumah secara berjamaah lebih utama untuk menghindari riya. Namun, ada syaratnya yakni:
1. Bukan Karena malas pergi ke masjid
2. Bukan penduduk Makkah dan Madinah. Karena kedua penduduk tersebut lebih utama melakukan sholat di masjid.
3. Pelaksanaan sholat di rumah tidak menghentikan aktivitas masjid.
Bila tiga syarat tersebut terpenuhi, lebih utama sholat di rumah. Namun, jika tidak, lebih utama sholat di masjid. Penjelasan ini dirangkum dari buku Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab karya Thariq Muhammad Suwaidan.
Niat Sholat Tarawih Sendirian
أَصَلِّ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءَ لِلهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushalli sunnatat-tarāwīhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, saat ini karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Sholat Tarawih di Rumah
Pelaksanaan Tarawih sama seperti sholat wajib pada umumnya. Hanya saja berbeda dari segi niat saja. Inilah urutan sholat tarawih, dilansir dari laman NU Online, adalah sebagai berikut:
1. Pelafalan niat sholat Tarawih sesuai rakaat.
2. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
3. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
4. Baca ta'awudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Quran.
5. Rukuk.
6. Itidal.
7. Sujud pertama.
8. Duduk di antara dua sujud.
9. Sujud kedua.
10. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
11. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.
12. Salam pada rakaat kedua bagi yang mengerjakan dengan 2 rakaat salam. Sedangkan yang 4 rakaat, salam dilakukan pada rakaat terakhir.
13. Istighfar dan dianjurkan membaca doa kamilin setelah selesai sholat Tarawih.
Doa Setelah Sholat Tarawih
Umat Islam boleh berdoa apa saja memohon kepada Allah SWT sesuai dengan apa yang diminta. Kendati begitu, para ulama biasanya membaca doa kamilin usai Tarawih. Berikut doa setelah sholat Tarawih dikutip dari Repository Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Arab-Latin: Allâhummaj'alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ'ilîn. Wa lima 'indaka thâlibîn. Wa li 'afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa 'anil laghwi mu'ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil 'âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ'I râdlîn. Wa lin na'mâ'I syâkirîn. Wa 'alal balâ'i shâbirîn.
Wa tahta liwâ'i muhammadin shallallâhu 'alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ'irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha'âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka'sin min ma'în. Ma'al ladzîna an'amta 'alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ'i wash shâlihîna wa hasuna ulâ'ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi 'alîman.
Allâhummaj'alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su'adâ'il maqbûlîn. Wa lâ taj'alnâ minal asyqiyâ'il mardûdîn. Wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma'în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil
'âlamîn.
Terjemah Doa Kamilin
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu.Yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah.
Yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka. Yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik.
Demikian penjelasan mengenai niat sholat Tarawih sendirian di rumah lengkap dengan sejarah, hukum, hingga tata caranya. Semoga membantu, ya.
Simak Video "Melihat Suasana Tarawih Pertama di Masjidil Haram"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)
