Kuliah tujuh menit atau kultum merupakan kegiatan dakwah dalam Islam yang berlangsung setelah salat wajib atau sebelum Tarawih. Ada banyak contoh kultum Ramadan dengan durasi 7-15 menit dan tema terbaru yang menarik.
Di sejumlah masjid di Indonesia seringkali menjadi kultum sebagai wadah untuk syiar keagamaan. Tidak hanya mengangkat tema tentang Ramadan, ada juga yang menyampaikan perihal kehidupan yang lebih relate dengan masyarakat.
Inilah 5 contoh kultum Ramadan 7-15 menit yang dikutip dari buku Kumpulan Kultum Ramadan: Berkaca Pada Jiwa karya Prito Windiarto dan Taupiq Hidayat, serta Kultum 30 Ramadhan karya Heri Suprapto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contoh Kultum 1: Keistimewaan dan Keutamaan Puasa
Alhamdulillah. Segala puji hanya untukNya. Penguasa alam semesta. KaruniaNya tak terhingga. Sholawat dan salam teruntuk junjungan mulia, Muhammad SAW. Semoga kita dapat mengikuti sunnahnya.
Tak terasa, hari ini kita sudah berada di masa bulan kemuliaan. Bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih utama dari 1000 bulan. Inilah saat salah satu ibadah teragung, yakni puasa, wajib dikerjakan.
Kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Di bulan nan indah ini kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Ibadah puasa spesial karena ia benar-benar jalur langsung antara seorang hamba dengan RabbNya.
Ibadah ini langsung dinilai oleh Allah Sang Maha Kuasa. Rasulullah SAW. meriwayatkan firman Allah swt. Dalam hadits Qudsi yang artinya, "Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya (puasa) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya." (HR Ahmad dan Muslim).
Pada kesempatan ini izinkan saya untuk memaparkan ulang keutamaan puasa yang dihimpun dari berbagai sumber.Pertama, puasa sebagai penghapus dosa-dosa.
Rasululah SAW. bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, karena penuh keimanan dan mengharap ridha Allah maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni," (HR. Bukhari dan Muslim).
Selain itu, dalam hadits lain disebutkan bahwa, "Shalat wajib lima waktu, (dari) satu jumat ke jumat selanjutnya, (dari) Ramadhan ke Ramadhan, akan dapat menghapuskan dosa-dosa, selama dia tidak melakukan dosa besar." (HR. Muslim).
Dua hadits di atas jelas menunjukan bahwa jika kita berpuasa dengan sebenar-benarnya penuh keimanan, ikhlas demiNya dan mengharap ganjaran dariNya, maka dosa-dosa kita akan diampuni.
Kedua, puasa adalah perisai (penghalang).Dalam hadits riwayat Imam Ahmad disebutkan, "Puasa itu perisai (penghalang), yang akan menghalangi seorang hamba dari api neraka." Hadits itu dikuatkan oleh hadits riwayat Imam Nasa'i, "Puasa itu penghalang, selagi ia tidak dirusak."
Berdasarkan hadits itu kita meyakini bahwa puasa yang kita lakukan, selagi tidak dirusak, akan menjadi penghalang (perisai) dari api neraka kelak. Adapun hal-hal yang merusak puasa diantaranya adalah dusta, menggunjing, memfitnah, dan kemaksiatan lainnya.
Karena itu sudah selazimnya kita menjaga puasa kita agar tetap bermakna. Rasulullah mengingatkan, "Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang shalat malam, tapi tidak mendapatkan dari shalatnya kecuali hanya begadang." (HR Ibnu Majah).
Demikianlah, dua dari banyak keutamaan puasa ini semoga menjadi motivasi bagi kita agar bisa menjalankan puasa sebaik-baiknya.
Allahumma ainna 'ala dzkirika wasykrika wahusni ibadatika. Aamiin ya robbal alamin. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.
Contoh Kultum 2: Keutamaan Tarawih
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنْعَمْنَا بِنِعْمَةِ الإِيْمَانِ و الإسلام والصلاة والسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اله وأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ أَشْهَدُ أن لا إله إلا الله رب العالمين وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ أَمَّا بَعْدُ اللَّهُ خَاتِمُ النَّبِيِّينَ
Alhamdulillaahilladzii an 'am naa bini'matiliimaani walislaami wash-sholaatu was-salaamu 'alaa muhammadin wa 'ala aalihi wa ash-haabihi ajma'in asyhadu alla ilaaha illallahu rabbul'aalamiina wa asyhadu anna muhammadarrosulullooh khootimuunnabiyyiina.
Amma ba'du.
Alhamdulillah. Segenap puji untukNya yang telah memberikan kita kenikmatan Iman dan Islam. Sholawat dan salam teruntuk Nabi Muhammad SAW, pada keluarga, para sahabatnya.
Salah satu ibadah spesial di bulan Ramadhan selain puasa (shaum) adalah shalat tarawih. Shalat sunnah qiyamul lail ini hanya ada di bulan suci ini. Ibadah sunnah muakkadah ini sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Banyak sekali keutamaan dan keistimewaan ketika kita menunaikan shalat ini. Berikut adalah beberapa di antaranya.
Pertama, shalat tarawih bisa menjadi wasilah diampuninya dosa.
Nabi SAW. bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari
Abu Hurairah:
"Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (salat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).
Pengampunan dosa dalam hadits tersebut dapat mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadits. Namun, ada pendapat lain mengatakan yang dimaksud pengampunan dosa adalah khusus untuk dosa kecil.
Meski begitu, mengingat banyaknya dosa yang kita lakukan, semoga shalat tarawih yang kita lakukan bisa menggugurkannya. Membersihkan dosa-dosa kita.
Dalam riwayat lain dari Abdurrahman bin Auf, Rasulullah SAW. bersabda:
"Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan di mana Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya (tarawih) untuk orang-orang Islam. Maka barang siapa berpuasa Ramadhan dan Qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya." (HR Ahmad, Ibnu Majah).
Kedua, Sunnah Muakkadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Shalat tarawih adalah ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Berikut adalah kutipan laman Suara Muhammadiyah: diriwayatkan dari Ibnu Syihab, Urwah menyampaikan kepadanya bahwa Aisyah telah melaporkan jika Rasulullah pada suatu malam (pada bulan Ramadhan) berangkat ke masjid dan mendirikan salat di sana.
Kemudian orang banyak mengikuti beliau. Keesokan harinya orang bercerita tentang salat Rasulullah itu sehingga jamaah semakin banyak. Keesokan harinya orang juga bercerita lagi sehingga pada malam keempat jamaah tidak lagi tertampung di masjid. Paginya, setelah selesai salat subuh, Nabi bersabda:
"Amma ba'du. Sesungguhnya aku tahu kemampuan kalian. Akan tetapi aku ragu bila salat tarawih itu diwajibkan atas kalian, dan kalian tidak mengerjakannya," (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).
Meski sunnah, kita jangan sampai melewatkan ibadah yang muakkadah (sangat dianjurkan ini). Wallahu a'lam bishowab.
Contoh Kultum 3: Menjadi Manusia Terbaik
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah menurunkan al-Quran melalui Malaikat yang terbaik yaitu Malaikat Jibril, kepada Rasul yang terbaik yaitu Rasulullah SAW dari tempat yang terbaik yaitu Lauhul Mahfudz, di negeri yang terbaik yaitu Mekkah dan Madinah, di bulan yang terbaik yaitu bulan Ramadhan, dan di malam yang terbaik yaitu malam Lailatul Qadar.
Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah curahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ
Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari, Abu Dawud).
Menjadi manusia terbaik bukan hanya diukur dengan seberapa banyak ilmu yang dimiliki, tetapi lebih dari itu seberapa bermanfaatkah ilmu yang dia miliki untuk orang lain? Tentunya, orang yang memiliki sedikit ilmu lalu dia mengamalkannya dan mendakwahkannya akan lebih baik daripada orang yang memiliki banyak ilmu namun tidak mengamalkan dan mendakwahkannya.
Orang yang telah mengetahui satu huruf dari al-Quran, lalu dengan pengetahuannya itu dia mengajarkan anak-anaknya, keluarganya, dan masyarakatnya maka dia adalah manusia terbaik. Karena dia telah memberikan banyak manfaat dari ilmu yang telah dia dapatkan, bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk orang lain.
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan dia berkata; sungguh aku termasuk orang-orang muslim". (QS. Fushilat: 33).
Oleh karenanya, marilah kita menjadi manusia terbaik yaitu manusia-manusia yang selalu belajar dan mengajarkan al-Quran tanpa mengenal batas usia. Dimulai dengan belajar membacanya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid, belajar mentadabburinya (merenungi makna-makna yang terkandung, dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian kultum hari ini, semoga kita senantiasa mendapat rahmat dan ridho dari Allah SWT. Amiin.
Contoh Kultum 4: Berbuka dan Sahur Menurut Rasulullah SAW
الحمدُ للهِ الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْفُرْقَانَ لِلْعَالَمِينَ بَشِيرًا وَنَذِيرًا، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوثُ الَّذِي أنْزَلَ عَلَيْنَا بِأَنْوَاعِ النِعَمِ مِدْرَارًا
أَمَّا بَعْدُ
Jamaah shalat Isya dan Tarawih yang dirahmati oleh Allah.
Puji syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Allah karena telah memberikan anugerah dan karunia yang sangat besar kepada kita sehingga bisa hadir dalam masjid yang mulia ini untuk melaksanakan shalat fardu Isya dan Tarawih secara berjamaah.
Shalawat dan salam semoga tercurah dan terlimpah untuk baginda yang mulia panutan umat, penunjuk jalan kebenaran dan sebagai teladan umat sampai akhir zaman, yaitu Rasulullah Muhammad, kepada ahli keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau, dan kepada seluruh umat beliau yang setia mengamalkan sunah-sunah beliau hingga akhir dunia ini.
Judul kultum kali ini adalah: Berbuka dan Sahur Menurut Rasulullah.
Jamaah shalat Isya dan Tarawih yang dirahmati oleh Allah.
Puasa yang kita kerjakan pada Ramadhan ini adalah merupakan kewajiban kita sebagai orang yang beriman, dan merupakan perintah Allah yang telah kita bahas keutamaannya pada pertemuan sebelumnya. Namun, puasa juga disunahkan untuk bersahur sebelum menjalankan puasa dan berbuka sebagai penutup atau selesainya puasa seseorang.
Nabi menganjurkan untuk bersahur sebelum melaksanakan puasa karena di dalam sahur ada keberkahan dari Allah. Hal ini senada dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih Bukhari nomor hadits 1923 dan Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim nomor hadits 1095 dengan sanad yang sahih dari sahabat Anas berkata bahwa Rasulullah bersabda:
تَسَخَرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً
Artinya: "Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah."
Dan bagaimanakah bersahur menurut Rasulullah? Untuk mengetahui bagaimana sahur menurut Rasulullah, maka kita akan sampaikan beberapa keterangan yang bisa dijadikan pedoman dalam menjalankan ibadah sahur sesuai apa yang dicontohkan Nabi.
1. Bersahur walaupun hanya seteguk air
Hendaknya kita bersahur walaupun hanya seteguk air, sebagai bentuk mengamalkan sunah Nabi, karena kita dianjurkan untuk bersahur walaupun seteguk air, dan perbuatan demikian sudah dihitung bersahur.
Hal ini senada dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban nomor hadits 223 dan 884 dengan sanad yang sahih dari sahabat 'Abdullah bin Amr, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda:
تَسَخَّرُوْا وَلَوْ بِجُرْعَةِ مَاءٍ
"Makan sahurlah kalian meski hanya dengan seteguk air"
2. Mengakhirkan waktu bersahur
Ternyata bersahur di akhir waktu adalah merupakan anjuran dari Rasulullah, dan merupakan sunah Nabi bila kita mengerjakannya.
Makan sahur di akhir waktu ini sesuai dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih Bukhari nomor hadits 1921 dan Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim nomor hadits 1097 serta Imam Tirmidzi dalam kitab Sunan Tirmidzi nomor hadits 699 dengan sanad yang sahih dari sahabat Anas bahwa: dari Zaid bin Tsabit yang berkata:
"Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah setelah itu beliau langsung berangkat shalat. Aku bertanya, Berapa lama jarak antara azan dan sahur? Dia menjawab, 'Kira-kira sama seperti bacaan 50 ayat."
Demikianlah pembahasan tentang sahur menurut Nabi, sebenarnya masih banyak yang perlu disampaikan karena keterbatasan waktu yang ada sehingga cukuplah dua ini saja dulu.
Selanjutnya, kita membahas tentang berbukanya Nabi ketika berpuasa. Ada beberapa keterangan tentang tuntunan Nabi ketika berbuka puasa.
1. Menyegerakan waktu berbuka
Nabi mengajarkan kepada kita untuk menyegerakan dalam berbuka puasa. Dan seseorang selalu dalam kebaikan bila menyegerakan berbuka.
Hal ini senada dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih Bukhari nomor hadits II/1856 dan Imam Muslim dalam Kitab Shahih Muslim nomor hadits II/1098 dengan sanad yang sahih dari sahabat Sahl bin Sa'ad berkata bahwa Rasulullah bersabda:
لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
"Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan buka puasa."
2. Berbuka dengan kurma atau air putih
Berbuka puasa menggunakan kurma atau bila tidak memilikinya bisa juga menggunakan air putih, kebiasaan ini adalah merupakan sunah Nabi. Dalam sebuah hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam kitab Sunan Abu Dawud nomor hadits 2356 dan Imam Ahmad dalam kitab Musnad Imam Ahmad nomor hadits III/164 dengan sanad yang hasan sahih dari sahabat Anas bin Malik berkata bahwa:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلَّى فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتُ فَعَلَى ثَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
"Rasulullah biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air."
3. Membaca doa sebelum berbuka
Selain menyegerakan berbuka, maka hendaklah berbuka dengan membaca doa. Adapun doa yang diajarkan Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam kitab Sunan Abu Dawud nomor hadits 2357 dengan sanad yang hasan dari sahabat Ibnu 'Umar berkata bahwa Rasulullah bila berbuka puasa membaca doa:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
"Telah hilang rasa haus dan telah basah urat-urat, serta telah ditetapkan pahala, insya Allah."
Demikian yang dapat kami sampaikan, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan. Karena keterbatasan waktu, kami cukupkan sampai di sini pembahasan kita. Semoga bermanfaat untuk diri saya dan jamaah sekalian. Kebenaran datang dari Allah, janganlah kamu ragu-ragu padanya. Hal ini senada dengan firman Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 147:
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.
Contoh Kultum 5: Zakat, Infak, dan Sedekah Pembuka Berkah
الحمدُ للهِ الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْفُرْقَانَ لِلْعَالَمِينَ بَشِيرًا وَنَذِيرًا، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ الَّذِي أَمَّا بَعْدُ
أَنْزَلَ عَلَيْنَا بِأَنْوَاعِ النِّعَمِ مِدْرَارًا
Jamaah shalat Isya dan Tarawih yang dirahmati oleh Allah
Puji syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Allah karena telah memberikan anugerah dan karunia yang sangat besar kepada kita sehingga bisa hadir dalam masjid yang mulia ini untuk melaksanakan shalat fardu Isya dan Tarawih secara berjamaah.
Shalawat dan salam semoga tercurah dan terlimpah untuk baginda yang mulia panutan umat, penunjuk jalan kebenaran dan sebagai teladan umat sampai akhir zaman, yaitu Rasulullah Muhammad, kepada ahli keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau, dan kepada seluruh umat beliau yang setia mengamalkan sunah-sunah beliau hingga akhir dunia ini.
Jamaah shalat Isya dan Tarawih yang dirahmati oleh Allah
Zakat, infak, dan sedekah hakikatnya adalah mengeluarkan harta untuk kepentingan orang lain. Harta yang kita cari dengan susah payah, peras keringat, banting tulang, pergi pagi, pulang petang, setelah kita memilikinya, kemudian sebagiannya diberikan kepada orang lain.
Hal ini bukan perbuatan yang gampang karena kita telah susah payah untuk mengumpulkannya. Setelah terkumpul, kita berikan kepada orang lain yang kadang tidak ada kaitan keluarga, saudara, atau berhubungan nasab, atau yang lainnya.
Namun, hal ini sangat mudah bagi hamba Allah yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Karena hamba Allah yang dapat memberikan sebagian hartanya ini meyakini bahwa harta yang banyak tersebut bukan seluruhnya miliknya dan kemampuan mengumpulkan harta tersebut juga karena taufik dan hidayah, serta petunjuk dari Allah.
Dan sebagai bentuk kecintaan Allah terhadap hamba yang mau menginfakkan hartanya, maka Allah memberikan keberkahan dalam hartanya, yaitu:
1. Diganti dengan yang lebih baik oleh Allah
Seorang yang rela melepaskan sebagian hartanya yang dicarinya dengan susah payah kemudian memberikannya kepada orang yang membutuhkan. Inilah sifat asli seorang yang beriman dan yang paling fundamental, seorang yang menginfakkan hartanya yakin semua akan diganti oleh Allah lebih baik. Hal ini senada dengan firman Allah Quran surat Saba' ayat 39:
وَمَا أَنفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّزِقِينَ .
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya."
2. Melipatgandakan pahalanya
Harta yang diberikan dengan penuh keikhlasan dan penuh ketaatan kepada Allah tersebut bukan hanya mengganti dengan yang lebih baik, tapi Allah 35 akan melipatgandakan ganjaran pahala yang demikian itu. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 261:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنُبُلَةٍ مِائَةً حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضْعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ *
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
3. Harta tidak akan berkurang
Setelah Allah menggantinya, melipatgandakan. kemudiaan Allah menjanjikan bahwa harta yang diinfakkan di jalan Allah dipastikan tidak akan berkurang sedikitpun di sisi Allah. Sebab, harta tidak akan berkurang karena sedekah. Hal ini senada dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim nomor hadits 2588 dengan sanad yang sahih dari sahabat Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
"Harta tidak akan berkurang karena sedekah.
4. Mendapatkan doa dari malaikat
Selain fasilitas yang telah disebutkan di atas tadi, ternyata orang yang rajin bersedekah atau berinfak akan mendapatkan doa kebaikan dari malaikat di pagi hari.
Hal ini sesuai dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahih Bukhari nomor hadits 1442 dan Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim nomor hadits 1010 dengan sanad yang sahih dari sahabat Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفُ
"Tidaklah para hamba berpagi hari di dalamnya melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, "Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang senang berinfak." Yang lain mengatakan, "Ya Allah, berilah kebangkrutan kepada orang yang pelit.
5. Mendapatkan keberkahan rezeki
أنفقي أو الفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلا تُحصي فَيُحْصِي اللَّهُ عَلَيْكِ ، وَلَا تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ
"Sedekahkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau menyedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan berkah rezeki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.
Memasukkan pelakunya ke dalam surga. Sebagai penutup dari kultum kita malam ini, adalah sebuah hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim nomor hadits 2630 dengan sanad yang sahih dari Ummul Mukminin Aisyah bahwa ia berkata, "Seorang wanita miskin mendatangiku bersama dua anak perempuannya. Maka aku memberikannya makanan dengan tiga butir kurma.
Lalu, ia memberikan kepada tiap anaknya itu sebutir kurma. Lalu, ia mengangkat sebutir kurma ke mulutnya untuk dimakan, namun kedua anak perempuannya itu meminta makan darinya. lalu ia pun membelah sebutir kurma itu menjadi dua untuk keduanya. Apa yang dilakukannya membuatku kagum. Maka aku pun menceritakan perbuatan wanita itu kepada Rasulullah. maka beliau bersabda:
إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ
"Sesungguhnya Allah telah menetapkan surga untuknya dengan perbuatannya itu. Atau: Allah telah membebaskannya dari neraka dengan sebab perbuatannya itu."
Lihatlah bagaimana Allah membuka semua bentuk keberkahan dari harta yang kita miliki dengan bersedekah, berzakat, dan berinfak di jalan Allah.
Maka, kesempatan di bulan Ramadhan ini gunakan harta kita sebaik-baiknya untuk kepentingan umat, yang ganjaran pahalanya telah disebutkan dalam ayat dan hadits Nabi di atas. Semoga Allah berikan kekuatan kepada kita semua agar selalu diberi kesempatan menginfakkan harta yang kita miliki di jalan Allah.
Demikian yang dapat kami sampaikan, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan. Semoga bermanfaat untuk diri saya dan jamaah sekalian. Kebenaran datang dari Allah. janganlah kamu ragu-ragu padanya. Hal ini senda dengan firman Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 147:
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu."
(mep/mep)











































