Pamit ke Anak untuk Mancing, IRT di OKI Ditemukan Tewas di Area Persawahan

Sumatera Selatan

Pamit ke Anak untuk Mancing, IRT di OKI Ditemukan Tewas di Area Persawahan

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Minggu, 08 Feb 2026 14:35 WIB
Pamit ke Anak untuk Mancing, IRT di OKI Ditemukan Tewas di Area Persawahan
Polisi menunjukkan penemuan jenazah almarhum di area persawahan. (Foto: Istimewa/Polres OKI)
OKI -

Ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, berinisial J (64) ditemukan tewas di area persawahan. Sebelum meninggal, korban sempat pamit untuk mancing kepada anaknya, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Diketahui, jasad korban ditemukan di lokasi biasa tempat korban memancing Desa Penyandingan, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jumat siang.

"Aktifitas memancing ini sudah menjadi kebiasaan almarhum sehari-hari," kata Kapolsek SP Padang Iptu Ade Chandra, Minggu (8/2/2026).

Ade mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan saksi berinisial SAR saat melintas di lokasi melihat jasad mengapung.

Sebelumnya, pihak keluarga korban sudah khawatir karena korban tak kunjung pulang. Biasanya pukul 12.00 WIB atau saat jam makan siang korban selalu pulang ke rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pukul 13.00 WIB, anak korban bernama Etin mendapat telepon dari sepupunya Nesu, menggabarkan bahwa korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area persawahan.

"Korban ditemukan oleh saksi berisial SAR yang saat itu tengah melintas di TKP menggunakan perahu," katanya.

ADVERTISEMENT

Di tengah perjalanan menuju sawah, saksi melihat benda mencurigakan yang tampak mengambang di permukaan air. Setelah didekati, saksi terkejut karena benda tersebut tubuh manusia.

"Saksi SAR langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepala desa. Kemudian informasi tersebut diteruskan ke petugas piket Polsek SP Padang," ujarnya.

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi awal dan mengamankan tempat kejadian perkara.

"Dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan jantung," katanya.

Menurut Ade, saat ditemukan di TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski begitu pihaknya tetap menyarankan kepada keluarga untuk melakukan autopsi pada jenazah korban untuk mengetahui penyebab kematian korban.

"Kami menyarankan agar korban diautopsi di RSUD Kayuagung, OKI, untuk memastikan penyebab kematian korban. Namun, keluarga menolak dan menerima serta menyatakan ikhlas atas kematian korban," ujarnya.

"Keluarga juga menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut di kemudian hari," tambahnya.

Saat ini, jenazah korban telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di Desa Penyandingan.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads