Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Februari 2026. Menjelang bulan suci tersebut, umat Islam mulai menantikan kepastian awal puasa agar dapat mempersiapkan diri menyambut Ramadan.
Dilansir dari laman resmi Nahdlatul Ulama, Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib yang masuk ke dalam hukum Islam yang ke-4. Karena itu, penentuan awal Ramadan menjadi penting dan dinantikan setiap tahunnya.
Hingga kini, pemerintah dan NU belum menetapkan secara resmi awal Ramadan 2026. Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan tanggal awal puasa berdasarkan metode hisab.
Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai prediksi awal Ramadan 2026, berdasarkan versi pemerintah, NU, dan Muhammadiyah.
Prediksi Awal Ramadhan 2026
1. Versi Pemerintah
Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, awal puasa 2026 diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Jika dihitung mundur dari hari ini, Rabu (28/1), puasa 2026 tersisa 22 hari lagi.
Namun, penetapan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pada 29 Syaban. Penentuan tersebut dilakukan melalui metode hisab dan rukyatul hilal di sejumlah titik pemantauan di Indonesia.
2. Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Hingga saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih belum mengumumkan prediksi awal puasa 2026.
Dalam Penetapannya, NU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yang menggabungkan perhitungan hisab dan rukyatul hilal. Dengan demikian, kepastian awal Ramadan akan diputuskan setelah pemantauan hilal pada 29 Syaban.
3. Versi Muhammadiyah
Berbeda dengan pemerintah dan NU, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa 2026.
Mengacu pada Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Ketetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki oleh Majelis Tarjih dan Tajdid dengan merujuk pada standar Kalender Hijriah Global Tunggal (KGHT)
Simak Video "Video: Menag Minta Perbedaan Awal Puasa Ramadan Tak Timbulkan Perpecahan"
(dai/dai)