Jadwal Puasa Ramadan 2026, Muhammadiyah Besok-Pemerintah Kapan?

Jadwal Puasa Ramadan 2026, Muhammadiyah Besok-Pemerintah Kapan?

Mira Rachmalia - detikJatim
Selasa, 17 Feb 2026 16:10 WIB
Colorful Ramadan Lanterns Ramadan Month Background, Eid Mubarak Concept Photo, Uskudar Istanbul, Turkiye (Turkey)
Ilustrasi Ramadan. Simak Jadwal Puasa Muhammadiyah dan Pemerintah/Foto: Getty Images/Raul C
Surabaya -

Pertanyaan "kapan puasa 2026?", "hari pertama puasa 2026", hingga "puasa pemerintah 2026 kapan?" mulai ramai dicari menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, penetapan awal Ramadan di Indonesia bisa berbeda antara organisasi Islam dan pemerintah karena metode yang digunakan tidak sama.

Berikut penjelasan lengkap dan terverifikasi mengenai jadwal awal puasa 2026 versi Muhammadiyah dan pemerintah. Yuk disimak!

Jadwal Awal Puasa 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H yang diterbitkan Majelis Tarjih dan Tajdid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam maklumat tersebut disebutkan bahwa:

  • 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Artinya, warga Muhammadiyah akan mulai berpuasa pada tanggal tersebut. Salat Tarawih pertama dilaksanakan pada Selasa malam, 17 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni metode perhitungan astronomis tanpa menunggu rukyat atau pengamatan langsung hilal.

Jadwal Awal Puasa 2026 Versi Pemerintah

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menentukan awal Ramadan melalui mekanisme rukyatul hilal dan sidang isbat.

Sidang isbat penentuan 1 Ramadan 1447 H dijadwalkan pada:

  • Selasa, 17 Februari 2026

Berdasarkan kalender Hijriah resmi yang diterbitkan Kemenag, awal puasa Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun perlu ditegaskan, kalender tersebut masih bersifat prediksi administratif. Penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang mempertimbangkan:

  • Hasil pemantauan hilal di berbagai titik Indonesia
  • Perhitungan hisab
  • Data astronomi terkini

Jika hilal memenuhi kriteria, pemerintah bisa saja menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari 2026. Namun jika belum memenuhi syarat, maka puasa pemerintah 2026 kemungkinan dimulai Kamis, 19 Februari 2026.

Mengapa Awal Puasa Bisa Berbeda?

Perbedaan awal puasa terjadi karena metode yang digunakan berbeda.

Metode Pemerintah: Imkanur Rukyat

Pemerintah menggunakan metode imkanur rukyat, yaitu melihat kemungkinan hilal dapat terlihat secara astronomis dan faktual.

Kriteria yang harus terpenuhi meliputi:

  • Ketinggian bulan minimal 2 derajat
  • Jarak sudut bulan dan matahari
  • Umur bulan
  • Selisih waktu terbenam matahari dan bulan

Metode ini mengacu pada Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 serta kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang diadopsi sejak 2022.

Metode Muhammadiyah: Hisab Hakiki Wujudul Hilal

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni perhitungan astronomis murni.

Dalam metode ini, awal bulan baru ditetapkan jika:

  • Ijtimak (konjungsi) sudah terjadi
  • Bulan terbenam setelah matahari

Tanpa menunggu pengamatan langsung, selama kriteria astronomis terpenuhi, maka 1 Ramadan langsung ditetapkan.

Kapan Puasa Muhammadiyah dan Pemerintah

Jika mengikuti Muhammadiyah, puasa dimulai Rabu, 18 Februari 2026.

Jika mengikuti pemerintah, kepastian masih menunggu sidang isbat pada 17 Februari 2026, dengan prediksi kuat Kamis, 19 Februari 2026.

Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah agar tidak terjadi kekeliruan informasi. Apa pun hasilnya nanti, perbedaan penetapan awal Ramadan adalah bagian dari dinamika fikih yang telah lama berlangsung di Indonesia.

Pastikan memantau pengumuman resmi agar tidak ketinggalan informasi tentang kapan puasa 2026 dimulai dan hari pertama puasa 2026 versi pemerintah.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads