Fakta dan Mitos Ibu Hamil, Panduan Jalani Kehamilan yang Sehat dan Tenang

Anissa Syafriani - detikSumbagsel
Rabu, 21 Jan 2026 11:00 WIB
Foto: Ilustrasi ibu hamil (Getty Images/iStockphoto/Ranta Images)
Palembang -

Masa kehamilan merupakan fase yang penuh dengan perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Fakta dan mitos ibu hamil selama kehamilan kerap ditemui di masyarakat dan sering kali membuat khawatir berlebih.

Fakta Adalah kenyataan yang berdasarkan pada ilmiah, sedangkan mitos pendapat yang tidak mendasar. Biasanya mitos hadir dengan perasaan tidak nyaman. Kedua Hal ini perlu diperhatikan ibu hamil.

Dengan mengetahui fakta dan mitos yang sebenarnya, ibu hamil dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih baik. Berikut ini adalah ulasan mendalam mengenai sederet fakta dan mitos ibu hamil yang perlu dipahami.

Fakta dan mitos Ibu hamil

1. Benarkah Ibu Hamil Tidak Boleh Minum Kopi?

Dalam buku Mitos dan Fakta Kehamilan oleh Dini Indo Virawati dan Nur Fadila Putri, dijelaskan bahwa metabolisme kafein pada ibu hamil memang dapat melambat secara signifikan. Hal ini menyebabkan kafein bertahan lebih lama di dalam aliran darah ibu dan dapat menembus plasenta.

Kafein yang masuk ke dalam sistem janin memiliki risiko memicu keguguran jika dikonsumsi secara berlebihan. Tidak hanya itu, mengonsumsi kopi yang mengandung kafein tinggi dapat mempengaruhi perkembangan sistem saraf dan otak janin.

Konsumsi kafein dengan jumlah tinggi berisiko menyebabkan kelahiran prematur hingga berat badan lahir rendah (BBLR). Sebaiknya ibu hamil membatasi konsumsi kopi atau kafein.

2. Dampak Makan Pedas Bagi Ibu Hamil

Konsumsi makanan pedas bagi ibu hamil memang menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran akan keselamatan janin. Makan makanan pedas memang dapat menyebabkan mulas hingga gangguan pencernaan.

Mengidam makanan pedas bagi ibu hamil adalah hal yang normal terjadi karena perubahan hormon. Faktanya, bumbu dan rempah pedas tidak dapat menjangkau janin secara langsung di dalam rahim.

Cairan ketuban memang akan menyerap sedikit rasa dan bau dari makanan yang masuk, namun hal ini tidak akan melukai janin. Bahaya utama dari makanan pedas lebih terletak pada kenyamanan pencernaan ibu, bukan keselamatan bayi di dalam kandungan.

3. Mitos Ngidam Tidak Dituruti Membuat Bayi 'Ngiler'

Dikutip dari buku Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan oleh Essie Laksana, tidak menuruti ngidam sebenarnya hanyalah mitos belaka. Kedua hal tersebut tidak memiliki kaitan medis sama sekali.

Ngiler pada bayi biasanya berkaitan dengan perkembangan kelenjar air liur dan pertumbuhan gigi, bukan karena keinginan makan ibu yang tidak terpenuhi. Ngidam sendiri disebabkan oleh keinginan psikologis untuk memberikan penghargaan terhadap diri sendiri atas beban fisik yang dirasakan saat hamil.

Selain itu, ngidam juga dipicu oleh hormon yang membuat indera sensorik ibu menjadi lebih sensitif terhadap rasa atau aroma tertentu.



Simak Video "Video: Komisi IX DPR Minta 4 RS Dihukum Buntut Kasus Ibu Hamil Meninggal"


(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB