Hamil anggur merupakan salah satu kondisi kehamilan yang tidak normal dan perlu diwaspadai oleh setiap wanita. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Mola Hidatidosa.
Hamil anggur bisa terjadi pada siapa saja dan sering kali tidak disadari sejak awal. jaringan yang seharusnya berkembang menjadi janin justru tumbuh tidak normal menyerupai kumpulan kista.
Berikut penjelasan lengkap mengenai hamil anggur serta gejala, penyebab dan cara mengobatinya. Yuk simak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Hamil Anggur?
Dilansir laman Primaya Hospital dan Tzu Chi Hospital, Hamil anggur adalah kondisi kehamilan tidak normal di mana janin tidak berkembang sebagaimana mestinya. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Mola Hidatidosa.
Alih-alih membentuk janin yang sehat, sel yang telah dibuahi justru tumbuh menjadi jaringan abnormal berupa kista berisi cairan yang menyerupai buah anggur. Kondisi ini biasanya dapat diketahui melalui pemeriksaan USG pada usia kehamilan sekitar 8-14 minggu.
Hamil anggur terbagi menjadi dua jenis, yaitu lengkap dan parsial. Pada hamil anggur lengkap, tidak terbentuk janin sama sekali karena tidak ada materi genetik yang berkembang dengan baik. Sementara itu, pada hamil anggur parsial, janin sempat terbentuk tetapi pertumbuhannya tidak normal dan tidak dapat bertahan hidup. Kedua kondisi ini umumnya berakhir dengan keguguran.
Meskipun hasil test pack bisa menunjukkan positif karena hormon kehamilan meningkat, hal tersebut tidak menjamin kehamilan normal. Untuk memastikan kondisi, diperlukan pemeriksaan medis seperti USG. Biasanya, hamil anggur sudah terdeteksi sejak trimester pertama karena gejalanya cukup jelas dan jarang bertahan lama karena berisiko menimbulkan komplikasi.
Gejala Hamil Anggur
berikut beberapa gejala yang akan dialami penderita hamil anggur:
1. Perdarahan dari vagina
Perdarahan biasanya terjadi di trimester awal dengan warna coklat hingga merah terang. Terkadang disertai gumpalan dan berbeda dari flek kehamilan biasa.
2. Mual dan muntah berlebihan
Ibu hamil bisa mengalami mual dan muntah yang lebih parah dari normal. Hal ini disebabkan oleh tingginya hormon kehamilan (hCG).
3. Tekanan darah tinggi dini
Tekanan darah bisa meningkat sejak awal kehamilan. Biasanya juga disertai gejala lain seperti sakit kepala, pembengkakan, atau gangguan penglihatan.
4. Ukuran rahim cepat membesar
Perut terlihat lebih besar dari usia kehamilan seharusnya. Hal ini terjadi karena pertumbuhan jaringan abnormal, bukan janin.
5. Tidak ada detak jantung janin
Saat dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan detak jantung janin. Ini menjadi salah satu tanda penting kehamilan tidak normal.
6. Tidak ada gerakan janin
Ibu tidak merasakan gerakan janin di dalam kandungan karena janin tidak berkembang dengan baik.
7. Keluar jaringan seperti anggur
Dalam beberapa kasus, keluar gelembung kecil dari vagina yang menyerupai buah anggur. Ini merupakan jaringan plasenta yang abnormal.
8. Nyeri panggul dan tubuh lemas
Rasa nyeri di bagian bawah perut bisa muncul akibat kondisi rahim yang tidak normal. Perdarahan juga bisa menyebabkan tubuh menjadi lemas atau anemia.
9. Tidak terlihat janin pada USG
Hasil USG menunjukkan tidak adanya embrio di dalam rahim, terutama pada hamil anggur lengkap.
10. Tidak ada cairan ketuban
Kantung ketuban tidak terbentuk sebagaimana mestinya, berbeda dengan kehamilan normal.
11. Plasenta abnormal seperti kista
Pada USG terlihat jaringan seperti kumpulan gelembung kecil atau kista, yang menjadi ciri khas hamil anggur.
Penyebab Hamil Anggur
Hamil anggur terjadi akibat proses pembuahan yang tidak normal sehingga jumlah kromosom tidak seimbang. Secara normal, manusia memiliki 46 kromosom dari ayah dan ibu. Namun pada kondisi Mola Hidatidosa, bisa terjadi kehilangan kromosom dari ibu atau kelebihan kromosom dari ayah, sehingga janin tidak dapat berkembang dengan baik.
Pada hamil anggur lengkap, sel telur yang dibuahi tidak memiliki materi genetik dari ibu, sehingga tidak terbentuk janin sama sekali. Sementara pada hamil anggur parsial, terdapat kelebihan kromosom (hingga 69 kromosom) akibat dua sperma membuahi satu sel telur, sehingga embrio terbentuk tetapi tidak bisa berkembang secara normal.
Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini, seperti usia ibu yang terlalu muda atau di atas 35 - 40 tahun, riwayat hamil anggur sebelumnya, serta pernah mengalami keguguran berulang. Faktor lain seperti kelainan genetik, gangguan kesehatan tertentu, dan kekurangan nutrisi juga dapat berpengaruh.
Cara Mengobati Hamil Anggur
Penanganan hamil anggur harus dilakukan oleh tenaga medis agar tidak menimbulkan komplikasi serius. Dilansir laman Ciputra Hospital berikut beberapa metode pengobatan yang biasanya dilakukan meliputi:
1. Dilatasi dan Kuretase
Salah satu cara utama mengatasi hamil anggur adalah melalui prosedur dilatasi dan kuretase (kuret). Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat jaringan abnormal dari dalam rahim agar kondisi tidak semakin parah.
Prosedur ini juga membantu mencegah komplikasi serius seperti perdarahan atau infeksi. Selain itu, kuret juga bisa digunakan untuk memastikan kondisi rahim kembali bersih dan aman.
2. Kemoterapi
Pada kasus tertentu yang berisiko tinggi, hamil anggur bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, sehingga diperlukan kemoterapi. Pengobatan ini biasanya dilakukan setelah prosedur kuret jika masih ada jaringan abnormal yang tersisa.
Kemoterapi juga diperlukan jika kadar hormon kehamilan (hCG) tidak kunjung turun. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani perawatan ini.
3. Pemantauan Kadar HCG
Setelah tindakan pengangkatan jaringan, dokter akan memantau kadar hormon hCG secara rutin. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada jaringan abnormal yang masih tertinggal di dalam rahim.
Pemantauan biasanya dilakukan selama beberapa bulan hingga kadar hormon kembali normal. Jika hCG tidak turun, maka pasien mungkin memerlukan penanganan lanjutan agar kondisi benar-benar pulih.
Nah itulah penjelasan mengenai hamil anggur lengkap dengan gejala, penyebab, dan cara mengatasinya yang sudah detikSumbagsel rangkum. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com
(dai/dai)











































