Pemimpin Eropa Lawan Ancaman Tarif Impor Trump

Internasional

Pemimpin Eropa Lawan Ancaman Tarif Impor Trump

Retno Ayuningrum - detikSumbagsel
Senin, 19 Jan 2026 07:00 WIB
Bandages are seen on the back of his hand as US President Donald Trump speaks from the South Portico of the White House in Washington, DC during a rally on October 10, 2020. Trump spoke publicly for the first time since testing positive for Covid-19, as he prepares a rapid return to the campaign trail just three weeks before the election. (Photo by MANDEL NGAN / AFP)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Palembang -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif perdagangan tinggi bagi negara-negara yang menolak rencananya untuk mengambil alih Greenland. Namun, ancaman Trump mendapat reaksi keras dari para pemimpin di Eropa.

"Saya mungkin akan mengenakan tarif ke negara-negara, jika mereka tidak setuju dengan (rencana mengambil alih) Greenland, karena kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional," kata Trump dalam pernyataannya, dilansir detiknews dari AFP, Sabtu (17/1/2026).

Adapun negara-negara yang menjadi sasaran tarif impor Trump, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir detikfinance, melalui platform Truth Social, Trump mengumumkan akan memberlakukan bea masuk sebesar 10% dan mulai berlaku pada 1 Februari mendatang. Tak main-main, tarif ini bisa melonjak hingga 25% pada Juni nanti.

Trump menegaskan tarif ini akan terus berlaku sampai ada kesepakatan terkait pengambilalihan Greenland secara lengkap dan total. Trump mengklaim bahwa wilayah otonom Denmark tersebut sangat krusial bagi keamanan nasional AS.

ADVERTISEMENT

Terkait tarif tersebut, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bereaksi keras dan menilai Trump mengambil salah langkah. Starmer akan membahas ancaman tarif ini dengan pemerintah AS. Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan gertakan Trump tidak dapat diterima.

"Ancaman tarif tidak dapat diterima. Kami tidak akan goyah oleh intimidasi apa pun," ujar Macron dikutip dari BBC, Minggu (18/1/2026).

Sementara itu, Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson menyatakan tidak akan membiarkan negaranya diperas. Saat ini, pihaknya bersama dengan negara-negara Uni Eropa lainnya tengah melakukan diskusi intensif untuk menentukan tanggapan lebih lanjut terkait ancaman Trump.

Sejumlah negara Eropa, seperti Prancis, Jerman, hingga Inggris dikabarkan telah mengirimkan sejumlah kecil pasukan ke Greenland dalam sebuah misi pengintaian. Uni Eropa bersikeras bahwa keamanan kawasan Arktik (Kutub Utara) adalah tanggung jawab bersama NATO, bukan properti pribadi AS.

Meski jarang dihuni penduduk, Greenland merupakan wilayah yang sangat kaya akan sumber daya alam. Lokasi strategisnya di antara Amerika Utara dan Arktik menjadikannya tempat ideal untuk sistem peringatan dini serangan rudal dan pemantauan lalu lintas kapal di kawasan utara.

Merespons ancaman ini, Uni Eropa langsung memanggil para duta besar dari 27 negara anggota untuk menggelar pertemuan darurat di Brussel hari ini (Minggu).



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads