Heboh Oknum Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Diduga Perkara Nada Hinaan

Jambi

Heboh Oknum Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Diduga Perkara Nada Hinaan

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Rabu, 14 Jan 2026 16:40 WIB
Tangkap layar video oknum guru dan siswa adu jotos di Jambi.
Foto: Tangkap layar video oknum guru dan siswa adu jotos di Jambi. (Dok. Istimewa/Tangkap Layar)
Jambi -

Seorang oknum guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi adu jotos dengan beberapa murid di sekolah. Kejadian adu jotos ini juga viral di media sosial (medsos) hingga membuat heboh.

Peristiwa keributan hingga adu jotos oknum guru dan sejumlah murid itu terjadi di SMK 3 Negeri di Tanjabtim Jambi. Dari video yang beredar luas selama 58 detik itu, awalnya oknum guru itu sempat menyampaikan perkataan lewat mikrofon.

Belum diketahui perkataan apa yang disampaikan oleh oknum guru itu. Hanya saja, belakangan diketahui, perkataan oknum guru itu diduga merupakan perkataan hinaan yang menyulut amarah sejumlah murid hingga adu jotos terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak guru yang menyaksikan kemudian meleraikan perkelahian itu dengan membawa oknum guru itu masuk ke dalam ruangan.

Bukannya reda, aksi keributan oknum guru dan murid itu pun berlanjut kembali. Bahkan, informasi yang ada, oknum guru tersebut disebut sempat membawa senjata tajam untuk mengejar murid yang mengeroyok nya itu hingga akhir dapat di lerai kembali.

ADVERTISEMENT

Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi saat ini telah mendalami informasi soal insiden keributan antara guru dan murid. Pihak Disdik juga telah meminta informasi lengkap untuk kemudian akan mengambil sikap

"Kita sudah minta penjelasan dari kepsek, hari ini sudah dilakukan mediasi duduk bersama Forum Komunikasi kecamatan, ada camat, lurah, kapolsek dan para siswa serta majelis guru," kata Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis kepada detikSumbagsel, Rabu (14/1/2026).

Harmonis juga menyampaikan bahwa Pihak Disdik tentu tidak tinggal diam atas insiden yang dinilai mencederai dunia pendidikan dan mencoreng etika pendidik. Harmonis juga menyayangkan insiden itu dan berharap tidak menjadi contoh buruk bagi sekolah lain dan tidak terulang kembali

"Kita juga sangat menyayangkan dan Prihatin atas kejadian semacam ini semoga ke depan tidak terulang lagi hal-hal semacam ini," ujar Harmonis.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads