Perbedaan Teh Hijau dan Teh Hitam, Mana yang Paling Ampuh untuk Diet?

Perbedaan Teh Hijau dan Teh Hitam, Mana yang Paling Ampuh untuk Diet?

Rhessya Putri Wulandari Tri Maris - detikSumbagsel
Jumat, 02 Jan 2026 23:01 WIB
Perbedaan Teh Hijau dan Teh Hitam, Mana yang Paling Ampuh untuk Diet?
Ilustrasi teh hijau. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock)
Palembang -

Tren mengkonsumsi teh sebagai pendamping diet alami terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat yang berkelanjutan. Namun, mana yang lebih baik untuk menurunkan berat badan, teh hijau atau teh hitam?

Meskipun keduanya berasal dari spesies tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, perbedaan dalam proses pengolahan membuat keduanya memiliki karakter yang berbeda dalam membantu menghancurkan lemak tubuh.

Berikut detikSumbagsel kupas perbedaan teh hijau dan teh hitam untuk diet berdasarkan sains, efektivitas, dan cara konsumsi yang tepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asal-Usul Tanaman Teh Hijau dan Teh Hitam

Teh Hijau berasal dari daun teh segar yang dipanaskan secara dikukus atau disangrai. Setelah dipetik untuk mencegah oksidasi. Hal ini menjaga warna hijaunya tetap cerah dan mempertahankan kandungan antioksidan alaminya tetap utuh.

Teh Hitam berasal dari daun teh yang dibiarkan mengalami oksidasi penuh atau fermentasi terlebih dahulu sebelum dikeringkan. Proses ini mengubah katekin menjadi senyawa yang lebih kompleks, memberikan warna gelap dan rasa yang jauh lebih kuat.

ADVERTISEMENT

Teh hijau dan teh hitam berasal dari tanaman yang sama, perbedaannya hanya dari proses pembuatan saja. Jika teh hijau langsung diolah setelah dipetik, teh hitam harus melewati proses fermentasi terlebih dahulu.

Melansir jurnal Aktivitas Antioksidan Teh Hijau dan Teh Hitam oleh Nadya khadijah Wibowo dkk, daun teh mengandung antioksidan yang dapat mencegah penyakit degeneratif seperti kanker.

Teh hijau memiliki senyawa antioksidan total lebih banyak dibandingkan jenis teh lainnya. Antioksidan dalam teh terutama diperoleh dari senyawa katekin, sehingga semakin tinggi nilai total katekin maka aktivitas antioksidannya semakin besar.

Berbeda dengan teh hitam yang mengalami proses fermentasi sebelum dikemas menjadi olahan teh, teh hijau tidak difermentasi. Melalui penelitian ini, menunjukan bahwa aktivitas antioksidan yang terjadi pada teh hijau lebih tinggi dibanding teh hitam, hal ini disebabkan prosesnya yang berbeda, jadi nilai gizi dan senyawa yang dihasilkan pun tidak sama.

Manfaat Teh Hijau untuk Diet

Apabila mencari minuman sehat pengganti kopi yang mampu membakar kalori meski sedang duduk diam, teh hijau adalah jawabannya.

Teh hijau sangat kaya akan Epigallocatechin gallate (EGCG). Senyawa ini merupakan jenis katekin yang berfungsi meningkatkan metabolisme tubuh.

EGCG bekerja dengan cara menghambat enzim yang memecah hormon norepinefrin. Ketika hormon ini meningkat, sistem saraf mengirimkan sinyal yang lebih kuat ke sel lemak untuk segera memecah lemak menjadi energi.

Teh hijau dikenal memiliki efek termogenik kemampuan tubuh untuk menghasilkan panas dan membakar kalori. Mengonsumsi teh hijau secara rutin terbukti dapat meningkatkan pengeluaran energi hingga 4-5%.

Inilah alasan mengapa ekstrak teh hijau sering ditemukan sebagai bahan utama dalam suplemen pembakar lemak komersial. Bagi detikers yang rutin berolahraga, teh hijau adalah bahan bakar yang efektif.

Sebuah studi menunjukkan bahwa pria yang meminum ekstrak teh hijau sebelum latihan membakar lemak 17% lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak.

Manfaat Teh Hitam untuk Diet

Sebuah studi terobosan oleh Henning, S. M., dkk yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition mengungkapkan temuan menarik. Henning dan timnya menemukan bahwa polifenol teh hitam bertindak sebagai prebiotik yang mengubah populasi mikrobioma usus.

Jika teh hijau bekerja dengan membakar lemak yang sudah ada, teh hitam bekerja lebih banyak pada pintu masuk. Polifenol dalam teh hitam memiliki molekul yang lebih besar. Molekul ini tidak diserap di usus kecil, melainkan bergerak ke usus besar.

Di sana, mereka membantu menghambat penyerapan lemak dan karbohidrat yang Anda makan. Tren kesehatan 2026 sangat menekankan pada mikrobioma usus. Teh hitam bertindak sebagai prebiotik yang merangsang pertumbuhan bakteri baik.

Usus yang sehat berkorelasi langsung dengan berat badan yang ideal. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa teh hitam mengubah metabolisme energi di hati dengan mengubah bakteri usus, yang pada gilirannya membantu penurunan berat badan.

Teh hitam umumnya memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dibanding teh hijau (namun tetap di bawah kopi). Ini memberikan dorongan energi yang cukup untuk memulai hari tanpa rasa gelisah atau jantung berdebar, yang sering disebut sebagai minuman sehat tidak bikin deg-degan.

Cara Mengkonsumsi Teh untuk Diet Maksimal

Memilih jenis teh saja tidak cukup. Anda harus tahu cara meminumnya agar usaha diet Anda tidak sia-sia.

1. Hindari Gula dan Krimer

Ini adalah kesalahan paling umum di Indonesia. Meminum teh hijau atau teh hitam dengan tambahan gula pasir, susu kental manis, atau krimer hanya akan menambah timbunan kalori. Untuk hasil diet terbaik, minumlah teh tawar. Jika belum terbiasa, tambahkan sedikit perasan lemon atau daun mint untuk aroma segar.

2. Perhatikan Suhu Air

Teh Hijau, jangan mengkonsumsinya dengan air mendidih. Gunakan air bersuhu sekitar 80Β°C agar senyawa EGCG tidak rusak.
Sedangkan untuk Teh Hitam gunakan air mendidih (90-100Β°C) untuk mengeluarkan polifenol kompleksnya secara maksimal.

3. Frekuensi yang Tepat

Untuk hasil yang signifikan, para ahli menyarankan konsumsi 2 hingga 3 cangkir per hari. Jangan berlebihan, karena kafein yang terlalu tinggi bisa mengganggu pola tidur, yang justru buruk untuk metabolisme.

Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Konsumsi teh secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan dan anemia atau kekurangan darah yang diakibatkan oleh terhambatnya penyerapan zat besi oleh tubuh, selain itu ada efek samping lain yang bisa terjadi, yaitu:

  • Cemas dan kesulitan tidur, karena kandungan kafein yang terdapat dalam teh
  • Sakit kepala dan pusing, hal ini juga diakibatkan oleh kelebihan penggunaan kafein dalam satu hari.
  • Ketergantungan, hal ini akan menimbulkan lemas pada tubuh apabila berhenti mengkonsumsi secara mendadak.
  • Gangguan jantung
  • Gangguan pencernaan seperti gerd, maag dan asam lambung
  • Osteoporosis karena berlebihan dalam mengonsumsi dapat meningkatkan pengeluaran kalsium dalam tulang
  • Dehidrasi

Secara teknis, teh hijau sedikit lebih unggul dalam hal pembakaran lemak secara langsung melalui peningkatan metabolisme. Namun, teh hitam adalah pemenang untuk Anda yang ingin menjaga kesehatan pencernaan dan mengontrol penyerapan kalori dari makanan berat.

Gunakan keduanya. Minumlah teh hijau di pagi hari atau sebelum bergerak aktif untuk memicu pembakaran kalori. Kemudian, minumlah segelas teh hitam setelah makan siang untuk membantu pencernaan dan menghalangi penyerapan lemak berlebih.

Diet bukan tentang satu bahan ajaib, melainkan kombinasi gaya hidup, pilihan minuman yang tepat, dan konsistensi. Teh hijau dan teh hitam adalah asisten terbaik yang bisa Anda miliki dalam perjalanan menuju tubuh yang lebih ringan dan sehat.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai perbedaan teh hijau dan teh hitam, tentukan penggunaan sesuai dengan kebutuhan masing-masing atau konsumsi keduanya dengan memperhatikan aturan-aturan yang dianjurkan

Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.




(mep/mep)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads