Berbagai kejadian menarik perhatian terjadi di Bengkulu dalam kurun waktu tahun 2023. Mulai dari mata guru buta usai dikatapel orang tua murid hingga air telaga berubah warna menjadi biru.
Guru Buta Dikatapel Ortu Murid
Akibat terkena ketapel salah satu wali murid, Zaharman seorang guru SMA Negeri 7 kabupaten Rejang Lebong terpaksa kehilangan sebelah matanya. Zaharman dikatapel karena menegur anak pelaku yang merokok di sekolah.
Anak kandung korban, Ilham Mubdi mengatakan, kalau untuk mata pada bagian kanan yang terkena ketapel sudah buta permanen. Sebab, kornea mata yang warna hitam di tengah sudah remuk.
"Kalau mata sebelah kanan sudah dinyatakan tidak bisa melihat lagi karena sudah rusak akibat benturan batu dari ketapel," kata Ilham, Sabtu (5/8/2023) lalu.
Kasus ini bermula saat Zaharman menegur siswa yang ketahuan merokok di sekolah. Diduga Zaharman menegur dengan cara menendang siswa tersebut. Karena sakit hati, siswa itu lantas melapor ke orang tuanya.
"Berawal saat korban (Zaharman) menegur siswa yang kedapatan merokok dan dihukum. Karena tidak terima, siswa melapor ke orang tuanya. Pelaku (Arpanjaya) mendatangi lalu mengkatapel mata korban," kata Kapolsek Padang Ulak Tanding, Iptu Hengky Nopianto, Selasa (1/8/2023) lalu.
Arpanjaya sempat kabur dari kejaran polisi usai menganiaya Zaharman. Tak lama berselang, Arpanjaya akhirnya menyerahkan diri diantar keluarganya.
Zaharman yang mengalami trauma memutuskan pindah tempat mengajar dan tempat tinggal.
Agnes Tewas Usai Mobil Masuk Jurang
Kejadian tragis di tahun 2023 juga menimpa minibus yang masuk jurang sedalam 50 meter. Seorang penumpang atas nama Agnes meninggal dunia.
Kecelakaan maut terjadi di jalan lintas Bengkulu-Kepahiang, tepatnya di kawasan Liku Sembilan Desa Tanjung Heran Taba Penanjung di kilometer 42 Bengkulu Tengah, pada Sabtu (21/10/2023) malam sekitar pukul 00.00 Wib.
Mobil minibus bernomor Polisi B 1971 VIP yang dikendarai Galaksi dengan 2 orang penumpang, masuk ke jurang dengan kedalaman 50 meter. Dua penumpang sempat terjepit namun salah satu penumpang atas nama Agnes dinyatakan meninggal dunia.
Salah satu warga desa Taba Teret, Sopian Sori menjelaskan, mobil masuk jurang sekitar pukul 12 malam, mobil terjun langsung ke jurang sedalam 50 meter, satu penumpang dinyatakan meninggal dunia, warga yang melihat langsung kejadian langsung melaporkan ke Polsek terdekat.
"Kejadian terjadi tengah malam, dua penumpang terjepit, salah satunya telah meninggal," jelas Sopian, Minggu (22/10/2023).
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bengkulu Tengah, Iptu Wiyanto mengungkapkan, belum mengetahui persis penyebab kecelakaan tersebut karena korban yang selamat belum bisa memberikan keterangan.
"Sementara ini penyebabnya Out Kontrol, ada dua orang penumpang salah satunya meninggal dunia sedangkan satu korban lagi masih dalam perawatan dan belum bisa memberikan keterangan," ungkap Wiyanto.
Air telaga berubah warna menjadi biru, apa penyebabnya? simak halaman selanjutnya...
(mud/mud)