Ada banyak destinasi eksotis tersembunyi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang belum begitu terjamah wisatawan. Salah satunya Telaga Biru di Dusun Gunung Paok, Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur.
Telaga Biru yang memiliki air jernih kebiruan bak surga tersembunyi di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus jalan kaki sekitar 10 menit dari pintu masuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir setiap sudut di kawasan ini menarik dijadikan latar foto oleh pengunjung. Danau berwarna biru di antara rimbunya pepohonan tampak estetik dan membuat suasana sejuk bin tenang.
"Pemandanganya cakep, foto-foto di sini jadinya estetik terutama di danaunya yang berwarna biru. Tempatnya juga asyik untuk piknik, lokasinya bersih," ujar salah seorang pengunjung, Mila (16), Minggu (7/6/2026).
Telaga Biru telah dibuka untuk kunjungan wisata sejak 2018 lalu. Danau kecil berukuran sekitar 30 meter persegi tersebut awalnya ditata oleh warga setempat untuk menampung air irigasi pertanian.
"Kalau dulu namanya Reban. Karena posisi sawah masyarakat di sini lebih tinggi, sehingga mereka berinisiatif membuat bendungan kecil untuk mengairi sawah mereka," tutur pengelola wisata Telaga Biru, Hasbi.
Kawasan ini mulai ramai dikunjungi setelah para pemuda setempat mengunggah video tentang Telaga Biru melalui berbagai platform media sosial. Air di telaga tersebut bersumber dari mata air langsung di hutan. Sementara warna biru pada danau terbentuk secara alami dari pantulan cahaya dan warna rumput di dalam danau.
"Kami menyebutnya Telaga Biru, karena airnya berwarna biru. Terbentuk secara alami, warnanya sudah biru dari dulu," kata Hasbi.
Beragam fasilitas yang disediakan pengelola di tempat ini. Mulai dari toilet umum, gazebo tempat duduk bersantai. Penataan lokasi parkir dan jalan masuk ke Telaga Biru juga tertata rapi.
Tiket masuk untuk menikmati keindahan Telaga Biru hanya Rp 10 ribu per orang. Untuk parkir kendaraan, pengunjung cukup membayar seikhlasnya karena pengelola tidak mematok tarif.
"Kalau uang parkirnya itu seikhlasnya saja karena itu akan kami gunakan untuk perbaikan jalan, sumbangan ke masjid dan anak yatim juga," kata Hasbi.
detikers yang ingin berkunjung ke tempat ini direkomendasikan menggunakan bantuan aplikasi Google Map karena lokasinya cukup sulit untuk dijangkau. Kendati demikian, pengelola telah memasang penunjuk arah dan akses jalannya cukup memadai untuk dilewati kendaraan motor maupun mobil.
(iws/iws)










































