Kasus dugaan penganiayaan Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong terhadap staf PPPK paruh waktu bernama Yuli Nofita Sari (29), turut menuai respons DPD Gerindra Sulawesi Selatan (Sulsel). Gerindra akan meminta klarifikasi Andi Tenri secara langsung di Makassar.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bappilu DPD Gerindra Sulsel Harmansyah. Rencana pemanggilan itu lantaran pihaknya belum mendengarkan secara detail mengenai kejadian tersebut dari Andi Tenri.
"Kemungkinan kami akan memanggil Ibu Ketua (Andi Tenri) ke Makassar agar bisa memberikan penjelasan lebih rinci. Selama ini kami baru mengonfirmasi melalui sambungan telepon," kata Harmansyah kepada detikSulsel, Sabtu (26/7/2026).
Harmansyah menyebut sejauh ini pihaknya juga masih menunggu proses hukum terkait dugaan penganiayaan ini. Dia mengaku tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sebelum mengambil sikap.
"Kami masih menunggu proses hukum yang berjalan. Di sisi lain, kami juga ingin mendengarkan penjelasan dari Ibu Ketua DPRD karena sejauh ini informasi yang beredar baru berasal dari penjelasan yang viral," jelasnya.
Menurutnya, Gerindra tidak ingin terburu-buru menghakimi kadernya hanya berdasarkan keterangan dari satu pihak. Dia menegaskan seluruh pihak harus diberi kesempatan menyampaikan versinya.
"Kami mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kami ingin melihat bagaimana perkembangan proses hukumnya karena sampai saat ini belum ada informasi tambahan dari pihak lain yang dapat menguatkan laporan tersebut, selain keterangan dari korban," ujarnya.
(asm/asm)